Senin 06 Mar 2017 10:09 WIB

Ide Pembangunan Embarkasi Antara di Pekanbaru Perlu Dikaji Mendalam

Anggota Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah saat meninjau persiapan pembangunan asrama haji di kawasan Labersa, Pekanbaru, Riau.
Foto: DPR
Anggota Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah saat meninjau persiapan pembangunan asrama haji di kawasan Labersa, Pekanbaru, Riau.

IHRAM.CO.ID, PEKANBARU -- Anggota Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah mengatakan ide untuk membangun embarkasi antara di Pekanbaru, Riau perlu dikaji lebih mendalam. Menurutnya, beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan, diantaranya rasio jemaah haji dan biaya tambahan maintenance runway jika embarkasi antara dioperasikan.

 

"Ini harus dipikirkan menyeluruh, tidak hanya dengan Kementerian Agama tetapi juga dengan Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura," ujar politikus dari F-PKS itu saat meninjau persiapan pembangunan asrama haji di kawasan Labersa, Pekanbaru,  Riau,  baru-baru ini.

 

Sebelumnya Komisi VIII telah melakukan rapat dengan pihak Angkasa Pura (AP).  Dalam rapat tersebut, pihak AP memaparkan beberapa persoalan berkaitan dengan embarkasi antara di beberapa daerah, yaitu perhitungan cost benefit analysis penggunaan runway.

 

Menurut mereka, biaya penambahan landasan pacu pesawat atau runway untuk pesawat berbadan lebar cukup besar. Belum lagi, biaya maintenance penggunaan runway diluar musim haji.

 

"Misalnya disediakan runway buat pesawat berbadan lebar, sementara untuk mengangkut jemaah haji maksimal 5 kali penerbangan pergi dan pulang, itu kan maintenance nya saja sangat besar, " kata Ledia.

 

Menurut dia, yang perlu dipastikan adalah pemerintah provinsi Riau punya misi ke depan untuk menambah penerbangan internasional di bandara Sultan Syarief Kasim II. "Penerbangan langsung ke Arab Saudi misalnya, untuk itu Pemprov Riau harus memikirkan untuk membuat MoU,  kalau cuma embarkasi antara kan percuma. Kenapa tidak dijadikan embarkasi tetap aja sekalian," kata dia.

 

Sementara, jika embarkasi antara dioperasikan, maka kuota Calon Jamaah Haji (CJH) di Batam akan berkurang. Sedangkan untuk menjadi embarkasi, minimal memberangkatkan 4.500 CJH.

 

Disisi lain, calon jemaah haji yang tinggal di wilayah atau daerah yang lebih dekat ke Batam, ketimbang ke kota Pekanbaru perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Sebab, embarkasi antara belum bisa memberangkatkan dan menerima kepulangan jamaah haji maupun umrah.

 

"Dari Rokan Hulu ke pekanbaru sekitar 10 jam tetapi ke Batam cuma beberapa jam saja,  hal-hal seperti ini juga yang turut kita pikirkan bersama," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement