Sabtu 08 Jul 2017 14:10 WIB

Penerbangan Haji dari Batam Dilakukan Malam Hari

Suasana pesawat dari berbagai maskapai penerbangan terparkir di landasan bandara udara Hang Nadim,Batam, Kepulauan Riau. (Ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Suasana pesawat dari berbagai maskapai penerbangan terparkir di landasan bandara udara Hang Nadim,Batam, Kepulauan Riau. (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, BATAM -- Manajemen Bandara Internasional Hang Nadim Batam menyatakan seluruh penerbangan haji embarkasi Batam, yang dimulai 31 Juli 2017, akan dilakukan pada malam dan dini hari.

"Jadwalnya semua malam dan dini hari sehingga tidak akan mengganggu jadwal penerbangan reguler di Hang Nadim," kata General Manager Operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suwarso di Batam, Sabtu (8/7).

Berdasarkan jadwal sementara, dia mengatakan, kloter pertama akan terbang dari Hang Nadim Batam pukul 20.00 WIB, dan kloter selanjutnya rata-rata terbang dini hari. "Tahun ini Hang Nadim Batam akan melayani 27 penerbangan haji, jumlah tersebut bertambah tujuh penerbangan dibandingkan empat tahun terakhir yang hanya ada 20 kloter," kata dia.

Dengan 27 kali penerbangan tersebut, dia menuturkan, total akan mengangkut lebih dari 11 ribu calon jamaah haji dari seluruh wilayah Provinsi Kepri, sebagian Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. "Tahun-tahun sebelumnya hanya sekitar 9.800 orang jamaah calon haji diterbangkan dari Hang Nadim Batam. Tahun ini meningkat cukup signifikan," kata dia.

Dia menyebutkan seluruh penerbangan haji dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam akan diterbangkan menggunakan Maskapai Saudi Arabian Airlines. "Sementara untuk maskapai yang akan bekerja sama mengantarkan penumpang dari luar Batam seperti Kalimantan, Jambi, Riau, termasuk Natuna, Anambas di Provinsi Riau ke Batam hingga saat ini belum ditenukan," kata Suwarso.

Mengingat sejumlah jamaah calon haji berasal dari daerah atau provinsi lain yang jaraknya jauh dari Batam, maka untuk bisa sampai ke Batam hanya bisa menggunakan transportasi udara.

"Biasanya memang udara. Karena kalau dari Jambi, Kalimantan Barat, Natuna, harus menggunakan kapal laut waktunya sangat lama. Takutnya akan berpengaruh pada kesewatan jemaah karena menempuh perjalanan lama," kata Suwarso.

Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan fasilitas milik BP Batam yang dikembangkan sejak periode 1980 saat Otorita Batam (kini BP Batam) dipimpin Presiden ketiga BJ Habibie.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement