Senin 31 Jul 2017 20:27 WIB

Petugas Cek Kesiapan Katering Jamaah di Makkah

Kasie Ketering Makkah, Evy Nuryana (dua kiri), melakukan pengecekan persiapan perusahaan penyedia katering jamaah haji, Sofaraa Altamyoz, di Makkah, Arab Saudi, Senin (31/7).
Foto: Republika/Nashih Nashrullah
Kasie Ketering Makkah, Evy Nuryana (dua kiri), melakukan pengecekan persiapan perusahaan penyedia katering jamaah haji, Sofaraa Altamyoz, di Makkah, Arab Saudi, Senin (31/7).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Divisi Katering Petugas Penyelanggara Ibadah Haij (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah melakukan pengecekan persiapan perusahaan penyedia katering jamaah haji di Makkah. Dua perusahaan ketering yang ditinjau adalah Al Salami yang berada di Batha Qurais dan Sofaraa Altamyoz.

Seperti dilaporkan Wartawan Republika, Nashih Nashrullah, dari Makkah Arab Saudi, perusahaan Al Salami ini akan melayani 5.000 jamaah. Sedangkan Sofaraa Altamyozakan memberikan pelayanan konsumsi kepada 7.000 jamaah.

Dalam peninjauan ini, tim yang dipimpin Kasie Ketering Mekah Evy Nuryana memeriksa kesiapan dapur, bahan makanan dan juga juga juru masak yang diharuskan orang Indonesia dan pekerja pendukung yang akan ikut membantu memasak untuk makan bagi para jamaah selama berada di Makkah.

“Hasil pengecekan hari ini, secara umun sudah siap, baik tenaga kerja, bahan baku, dan bahan segar yang baru bisa disiapkan saat mendekati pelaksanaa pelayanan," kata Evi kepada tim Media Center (MCH) 2017 di Makkah, Sabtu (31/7).

Dikatakan Evy, tahun ini, pihaknya melakukan kontrak dengan 28 perusahaan katering. Perusahaan ketering paling besar akan melayani 28 ribu jamaah. Sementara yang paling redah akan melayani 400 jamaah.

Menurut Evy, standar ketat diperlakukan untuk memastikan kualitas dan mutu makanan yang akan disajikan. Mulai dari kandungan gizi, tingkat kepedasan, dan nutrisi yang ada dalam makanan. "Misalnya, larangan menyajikan makana-makanan pedas. Ini dilakukan untuk menghindari terjangkitnya diare," katanya.

Aturan tersebut telah ditetapkan oleh Baladiyah Makkah, Arab Saudi. Apalagi menjelang pelaksanaan prosesi haji di Arafah dan Mina (Armina). Pemerintah Saudi akan memblokir jamaah yang ketahuan terkena serangan diare.

Menurut Evy, pihaknya juga tegas memberikan sanksi atas pelanggaran berat bagi katering yang tidak mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan. Sebanyak lima perusahaan katering tidak masuk seleksi pengadaan dalam musim haji tahun ini. “Dari 28 itu ada 10 perusahaan yang baru,” tutur dia.

 

Evy memastikan, makanan-makanan yang disajikan adalah bercitarasakan khas Nusantara. Tahun ini, menu terbaru adalah tempe. Dijadwalkan menu tempe dan tahu sepekan masing-masing dua kali secara bergantian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement