Selasa 08 Aug 2017 16:12 WIB

Ada Replika Ka'bah, Lintasan Sa'i dan Jamarat di Palembang

Rep: Maspril Aries/ Red: Agus Yulianto
Replika Kabah dengan ukuran sebenarnya yang sudah selesai pembangunannya dan bisa digunakan calon jamaah haji atau umrah untuk melakukan manasik tawaf sebanyak tujuh kali mengelilingi Kabah.
Foto: Republika/Maspril Aries
Replika Kabah dengan ukuran sebenarnya yang sudah selesai pembangunannya dan bisa digunakan calon jamaah haji atau umrah untuk melakukan manasik tawaf sebanyak tujuh kali mengelilingi Kabah.

IHRAM.CO.ID, PALEMBANG -- Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi daerah pertama di Indonesia memiliki embarkasi haji terpadu dengan berbagai fasilitas pendukungnya yang lengkap. Di kompleks embarkasi tersebut selain berdiri asrama haji dan mock up pesawat, pada musim haji 2017 dilengkapi dengan replika Ka'bah, lintasan sa'i dengan ukuran sebenarnya, dan replika jamarat untuk melontar jumrah.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Selasa (8/8) meresmikan tiga fasilitas pendukung embarkasi haji tersebut. “Sebelum ini, embarkasi haji Palembang telah memiliki asrama haji juga telah memiliki mock up pesawat sejak 2014 lalu jenis Airbus 320. Embarkasi haji Makassar di Sulawesi Selatan baru meresmikan mock up pesawatnya pada 2017,” katanya.

Kini embarkasi haji Palembang menurut Gubernur Alex Noerdin, melengkapi dengan fasilitas replika Kabah dengan ukuran sebenarnya, lintasan sa'i dengan ukuran panjang yang sama dengan yang ada Masjidil Haram serta replika jamarat tempat melontar jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha yang peletakan batu pertama pembagunannya dimulai 17 Mei 2014.

“Setelah ini di kompleks asrama haji Palembang akan dibangun hotel syariah dan museum Islam yang isinya akan sama dengan yang ada di museum Haramain di Makkah, berisi berbagai koleksi sejarah perkembangan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” ujarnya.

Menurut Alex Noerdin embarkasi terpadu Palembang bukan hanya bisa dimanfaatkan saat musim haji saja, kapan bisa digunakan bagi KBIH yang akan memberangkatkan jamaahnya untuk umrah bisa menggunakan fasilitas yang ada untuk manasik dan bagaimana cara menggunakan fasilitas di pesawat seperti menggunakan lavatory.

Menurut Augie Bunyamin Direktur PT Swarna Dwipa (Badan Usaha Milik Daerah) yang mengelola asrama haji Palembang, untuk pembangunan hotel syariah dan museum akan dibangun tahun 2017. “Hotel dan museum akan dibangun di atas lahan seluas 19.964 m2,” katanya.

Augie Bunyamin menjelaskan, museum Islam akan dibangun dengan luas 1.687,5 m2 dan hotel syariah akan dibangun empat lantai yang dilengkapi dengan basement areal parkir kendaraan dan lantai dasar. “Hotel syariah akan memiliki 105 kamar terdiri dari kamar deluxe room, suite room dan president suite room. Juga memiliki kolam renang pria dan wanita yang terpisah, juga dilengkapi ballroom dan meeting room," ujarnya.   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement