Kamis 08 Feb 2018 14:27 WIB

Nenek Ini Meninggal dalam Perjalanan Pulang Umrah

Ia sudah mengalami kondisi yang lemah saat berangkat umrah.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Agus Yulianto
Meninggal dunia (ilustrasi)
Foto: www.123rf.com
Meninggal dunia (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sosok Supami, nenek berusia 65 tahun itu, meninggal dalam perjalanan usai umrah. Rupanya, nenek itu sudah sakit sejak keberangkatannya menuju Jeddah. Namun, ia tetap memaksakan diri untuk mendatangi rumah Allah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, jenazah akan dibawa ke rumah keluarganya di Semarang, Jawa Tengah. "Keluarga menolak jenazah untuk divisum, jadi akan dibawa langsung ke rumah duka di Semarang," ujar dia saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (8/2).

Menurut keterangan keluarga korban, nenek Supami sudah mengalami kondisi yang lemah saat berangkat umrah. Tetapi, entah mengapa dirinya tetap memaksakan diri untuk berangkat.

Pada Rabu (7/2), nenek Supami yang juga jamaah umrah Travel PT. Tunisia, berangkat dari Jeddah menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Citilink QG 527. Pesawat itu mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

Menurut keterangan saksi, pada saat korban melaksanakan ibadah umroh di Arab Saudi, korban sudah dalam keadaan sakit. Puncak sakitnya berada pada saat hari terakhir korban menunaikan ibadah umroh korban mengeluh lemas (sakit dibagian pinggang).

Saat korban menuju bandara di Jeddah korban sudah memakai kursi roda. Selanjutnya, korban take off dari Jeddah menuju Jakarta. "Di dalam pesawat, korban sudah semakin lemah dan berada di dalam pesawat dengan diberikan oksigen dan CVR," papar Argo.

Diperkirakan saat 10 jam sebelum mendarat di Jakarta, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Setibanya korban di Bandara Soekarno Hatta, korban langsung dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan dinyatakan meninggal dunia karena henti napas dan henti detak jantung.

Pihak keluarga korban yang diwakili oleh ketua rombongan, tidak ingin dilakukan visum luar maupun dalam. "Korban rencana akan dibawa ke rumah duka di kediaman korban, yang beralamatkan di Semarang, dengan menggunakan pesawat Lion Air," ujar Argo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement