Kamis 29 Mar 2018 20:32 WIB

Agar Jamaah Haji Tetap Fit Jelang Berangkat

Calon jamaah perlu memperhatikan kesehatan dengan mengatur gizi seimbang.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
Petugas kesehatan memberikan obat-obatan kepada jamaah calon haji.
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Petugas kesehatan memberikan obat-obatan kepada jamaah calon haji.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksanaan ibadah haji 2018 tinggal menghitung bulan. Pemberangkatan jamaah haji Indonesia kloter pertama rencananya akan dimulai pada 17 April mendatang. Calon jamaah haji perlu mempersiapkan diri dengan baik, baik itu dari segi fisik, mental, dan persiapan lainnya.

Dari segi fisik, tubuh perlu fit atau sehat untuk melaksanakan ibadah haji. Apalagi, dengan kondisi di Tanah Suci yang tidak bisa diprediksi, diperlukan daya tahan tubuh yang kuat. Spesialis Gizi Klinik pada MRCC Siloam Hospital Inge Permadi mengatakan calon jamaah haji perlu memperhatikan kesehatan dengan menjaga atau mengatur pola gizi yang seimbang.

"Hidup sehat adalah hal yang penting, terlepas dari alasan apa pun, apakah itu hendak menunaikan ibadah haji atau alasan lain," kata dokter Inge, saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (29/3).

Dokter Inge mengatakan calon jamaah haji perlu memperhatikan berat badan yang ideal. Dia mengatakan orang yang sehat adalah orang yang memiliki berat badan dengan indeks massa tubuh yang normal. Berarti, berat badan dibagi tinggi badan proporsinya harus seimbang, yaitu jika berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter dikuadratkan nilainya antara 18-22,9.

Untuk mendapatkan tubuh yang ideal, calon jamaah haji menurutnya harus menjaga atau mengatur pola makan. Berbicara mengenai gizi seimbang, maka makanan yang dikonsumsi harus terdiri dari sumber karbohidrat, protein, dan lemak.

Ia menjelasakan, tubuh membutuhkan karbohidrat sekitar 55-60 persen dari total kalori. Sedangkan protein sekitar 12-15 persen, dan sisanya dalam bentuk lemak. Untuk karbohidrat sendiri, terdapat pilihan antara karbohidrat kompleks dan simpleks. Menurutnya, karbohidrat kompleks adalah karbohidrat atau sumber makanan pokok yang berserat. Misalnya, nasi merah yang memiliki lebih banyak serat dari pada nasi putih, atau gandum.

Sedangkan untuk protein yang bisa dipilih ialah protein nabati dan hewani. Untuk lemak, ia mengatakan pilihannya adalah lemak hewani dan nabati. Lemak hewani sebaiknya dipilih dari makanan yang rendah lemak.

Artinya, jika memilih daging, pilihlah yang kurang berlemak. Sedangkan jika memilih ayam, pilihlah bagian dada atau daging tanpa kulit. Sedangkan untuk ikan, meskipun mengandung kolesterol namun ia mengatakan hal itu tidak terlalu bermasalah bagi tubuh.

Kemudian, dokter Inge juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi buah dan sayur. Karena tergolong karbohidrat dan berserat, buah dan sayur menurutnya merupakan sumber vitamin dan mineral. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung serat diperlukan agar buang air besar (BAB) menjadi lancar.

"Makanlah sesuai kebutuhan, tidak makan terlalu berlebihan dan juga tidak kurang dari segi jumlah. Selain berat badan dan tinggi badan yang seimbang, variasi juga diperlukan," lanjutnya.

Dokter Inge juga menekankan pentingnya memakan makanan yang bervariasi. Menurutnya, setiap makanan memiliki keunikan tersendiri dan memiliki gizi yang saling melengkapi. Karena itu, tubuh menurutnya tidak bisa hanya memakan satu jenis makanan tertentu dan semua kebutuhan harus lengkap.

Dia memakan makanan yang beragam bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan antioksidan pada tubuh sehingga tubuh bisa tetap fit saat melaksanakan ibadah haji. Begitu pula dengan asupan air, menurutnya, yang tidak boleh kurang.

Dalam sehari, seluruh asupan air yang dibutuhkan tubuh ialah sekitar dua liter atau delapan gelas. Namun, sumber air itu bukan hanya berasal dari air mineral saja, melainkan juga termasuk dari kuah sayur atau susu. Kendati begitu, dokter Inge tetap mengingatkan air putih adalah sumber air yang sebaiknya lebih banyak dikonsumsi.

Dokter Inge juga mengingatkan calon jamaah mengurangi makanan yang diolah dengan cara digoreng. Apalagi saat berada di tanah suci yang cuacanya bisa panas pada saat siang hari.

Menurutnya, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng bisa menyebabkan sariawan. Ia mengatakan, makanan yang dikonsumsi harus dalam jumlah dan variasi yang cukup.

Jamaah akan mempunyai energi yang cukup untuk di metabolisme tubuh menjadi sumber energi mereka. Pola makan yang baik dan gizi yang seimbang menurutnya tidak hanya harus diterapkan saat jamaah haji masih di tanah air. Melainkan, juga setelah jamaah berada di tanah suci.

Menurutnya, penting untuk memiliki berat badan yang ideal. Karena kelebihan berat badan dapat membuat jamaah merasa lebih cepat lelah. Untuk menjaga kebugaran, calon jamaah sebaiknya rajin berolah raga selama di tanah air. Ia juga menyarankan agar calon jamaah menurunkan berat badan yang optimal sebelum keberangkatan.

Selain itu, calon jamaah sebaiknya mengetahui cara menjaga kesehatan dengan tidak merokok. Karena menurutnya, merokok pun sifatnya adalah pengatur lemak. Selanjutnya, jamaah juga sebaiknya tidak selalu mengonsumsi obat-obatan yang tidak perlu dikonsumsi setiap hari, kecuali untuk jamaah yang mengidap penyakit tertentu.

"Agar semua kegiatan dalam ibadah haji dapat dijalankan dengan optimal, jamaah perlu menjaga pola makan yang baik, tidur yang berkualitas, menjaga lingkungan agar tidak terlalu berpolusi, dan berpikiran sehat," ujarnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Puskes Haji Kemenkes) Eka Jusuf Singka memberikan tips bagi calon jamaah haji dalam persiapannya sebelum berangkat ke tanah suci.

Berikut tips dan saran agar calon jamaah haji tetap sehat.

- Jamaah harus mengontrol dan memeriksakan kesehatan secara teratur sebelum keberangkatan.

- Memakan makanan yang bergizi dan perbanyak konsumsi buah-buahan.

- Istirahat yang cukup.

- Latihan dan berolah raga, terutama jalan kaki selama di tanah air.

- Sering mengikuti penyuluhan kesehatan.

- Hindari kegiatan yang tidak sehat, seperti merokok, terlambat makan dan tidak berolah raga.

- Mengonsumsi vitamin secara teratur.

- Melakukan vaksinasi yang dianjurkan, seperti vaksin meningitis, flu dan pneumonia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement