Rabu 18 Apr 2018 15:35 WIB

Purwakarta Kurangi Anggaran Subsidi Haji

Subsidi haji dipangkas setengahnya karena kuota haji meningkat dan anggara terbatas.

Rep: ita nina winarsih/ Red: Ani Nursalikah
Sejumlah calon jamaah haji menunggu kedatangan bus untuk mengantar ke asrama Haji di Gedung Serba Guna asrama haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. (Republika/Raisan Al Farisi)
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Sejumlah calon jamaah haji menunggu kedatangan bus untuk mengantar ke asrama Haji di Gedung Serba Guna asrama haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. (Republika/Raisan Al Farisi)

IHRAM.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemkab Purwakarta mengurangi subsidi bagi calon jamaah haji. Sebelumnya, subsidi tersebut besarannya mencapai Rp 1 juta per orang, kini hanya setengahnya. Pengurangan subsidi tersebut dikarenakan peningkatan kuota haji serta terbatasnya anggaran di pemerintahan daerah.

Kasubag Keagamaan, Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Kesra Setda Purwakarta Dindin Ibrahim Mulyana mengatakan subsidi dari pemkab untuk calon jamaah haji tetap ada. Namun, tahun ini nilainya jadi berkurang.

"Subsidi ini, tidak berbentuk uang cash. Melainkan, untuk biaya akomodasi dari titik kumpul pemberangkatan ke embarkasi," ujarnya, kepada Republika.co.id, Rabu (18/4).

Dengan begitu, anggaran untuk subsidi haji hanya dialokasikan Rp 400 juta. Seharusnya, mencapai Rp 758 juta atau disesuaikan dengan jumlah kuota haji yang mencapai 758 jamaah. Akan tetapi, karena keterbatasan anggaran jadi hanya mampu dialokasikan Rp 400 juta.

Menurut Dindin, tahun-tahun sebelumnya subsidi untuk haji ini mampu dialokasikan Rp 1 juta per orang karena, saat itu kuota hajinya hanya 600 calon jamaah. Akan tetapi, tahun ini anggarannya minim, namun kuotanya justru mengalami penambahan.

"Meski demikian, kita akan berupaya membantu Kemenag memberikan pelayanan maksimal kepada warga yang akan menunaikan ibadah haji," ujarnya.

Program antar-jemput calon jamaah haji dengan menggunakan kendaraan dinas tetap ada. Dengan begitu, kendaraan dinas yang dipakai pejabat pemkab akan mendatangi rumah calon jamaah haji untuk menjemput mereka.

Dengan penjemputan ini, keluarga calon jamaah haji tak perlu lagi mengantarkan ke titik kumpul pemberangkatan. Mereka cukup mengantar sampai gerbang rumah saja.

Ada sejumlah manfaat dari program ini. Pertama, meminimalisasi kemacetan saat pemberangkatan jamaah haji. Selain itu, meminimalisasi tindak kejahatan serta kecelakaan lalu lintas. Saat acara pemberangkatan jamaah haji, akan mengundang banyak massa, seperti copet.

Camat Jatiluhur Asep Supriatna mengaku kendaraan dinas di wilayahnya siap mengantar dan menjemput calon jamaah haji ke tempat titik pemberangkatan dan titik kepulangan. Bahkan, satu kebanggaan saat dirinya bisa turut mengantarkan tamu Allah SWT tersebut.

"Saya siap menjadi sopir bagi para tamu Allah ini," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement