Sabtu 28 Jul 2018 20:29 WIB

Kemenag Upayakan Proses Imigrasi Haji Khusus Lebih Cepat

Pemerintah harus melakukan pembicaraan dengan pemerintah Arab Saudi.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) - Nizar Ali
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) - Nizar Ali

IHRAM.CO.ID, TANGERANG -- Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Nizar Ali akan berupaya bersama penyelanggara ibadah haji khusus untuk memberikan pelayanan terbaik untuk jamaah haji. Menurut dia, proses imigrasi haji khusus ke depannya juga harus bisa dilakukan lebih cepat seperti halnya haji reguler saat ini.

"Haji khusus sama, kami upayakan,” ujar Nizar saat ditemui usai melepas 81 jamaah haji khusus dari PT Andromeda Atria Wisata di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (28/7).

Akan tetapi, ia mengatakan, pemerintah harus melakukan pembicaraan, diskusi, dan negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi. “Karena ini terkait dengan penyelenggaraan ini kan ada di negara orang, sehingga kami perlu melakukan semacam negosiasi agar tidak saja diraih jamaah haji reguler, tetapi juga haji khusus," kata dia.

Dengan proses imigrasi yang lebih cepat, menurut dia, jamaah haji khusus tidak perlu lagi mengantre lama untuk menunggu proses imigrasi di Arab Saudi. "Haji khusus ini kan prosesnya masih manual,” kata dia.

Ia mengatakan proses manual tersebut sebenarnya sesuai dengan prosedur. Namun, ia mengatakan, proses haji reguler sudah lebih baik dalam hal pelayanan imigrasi. 

“Haji reguler kita kan sudah naik dalam level setelah ada kerjasama natara negara Indonesia dan Arab dalam mengawal proses percepatan proses imigrasi ini," kata Nizar. 

Ada yang berbeda dalam rangkaian alur pemeriksaan keimigrasian bagi jamaah haji reguler tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya calhaj menjalani pengambilan data biometrik berupa sidik jari dan foto di Imigrasi Bandara Arab Saudi, maka pada tahun ini proses itu dilakukan di Indonesia.

Proses tersebut telah dilakukan di 13 embarkasi haji dan lima embarkasi haji antara. Di lokasi, ada petugas imigrasi Arab Saudi dan pihak ketiga yang melakukan proses pengambilan data biometrik para calhaj. 

"Artinya jamaah haji (reguler) kita tidak harus antri menunggu proses imigrasi enam sampai tujuh jam lagi. Tapi sekarang satu kloter itu bisa satu jam mudah-mudahan ini dari sisi waktu menghemat stamina jamaah kita," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Rabu (25/7). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement