Jamaah Terkena Kejang Panas di Area Jamarat

Rabu , 22 Aug 2018, 16:10 WIB Redaktur : Andi Nur Aminah
Jamaah haji melempar jumrah di Jamarat, Mina, Selasa (21/8)
Jamaah haji melempar jumrah di Jamarat, Mina, Selasa (21/8)

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Berdasarkan pantauan pada Selasa (21/8) ada saja jamaah yang terduduk dan terbaring karena tak lagi sanggup melanjutkan perjalanan panjang menuju jamarat. Hal itu terjadi di sepanjang terowongan Muaishim dan area jamarat lantai tiga yang dikhususkan untuk jamaah haji Asia.

 

 

Terkait

Tim Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) menemukan Teti Nurheliyati (48 tahun) mengalami penurunan kesadaran di dekat restoran cepat saji Albaik area Mina. Anggota kelompok terbang JKS 47 Maktab 45 ini juga mengalami demam.

 

photo

Jamaah haji melempar jumrah di Jamarat, Mina, Selasa (21/8)

“Jamaah mengalami heat stroke (kejang panas) setelah lempar jumrah aqabah. Tim memeriksa kondisinya lalu memberikan cairan infus,” kata anggota P3JH Dr Pradipta Suarsyaf di sekitar area jamarat Mina pada Rabu (22/8).

 

Teti kemudian diangkut ke rumah sakit jamarat (mustasyfa) di lantai dasar menggunakan tandu P3JH. Di sana dia mendapatkan perawatan lanjutan agar kondisinya kembali pulih.

 

Tim P3JH juga menemukan jamaah Kanimah Dargi Sakali (68 tahun) dari JKS 86 yang mengalami kejang panas. Tim membawanya ke pos kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah kondisinya membaik, jamaah ditemani petugas kembali ke tenda maktab.

 

Dr Pradipta Suarsyaf yang mendampingi pasien mengungkapkan gangguan kesehatan semacam ini banyak dialami jamaah yang kelelahan. Sebab mereka harus berjalan jauh yang melelahkan di bawah terik matahari.

 

Jamaah disarankan tidak memaksakan kehendak jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Apalagi jika  sebelum berangkat sudah ditemukan gejala demam, lemas, mual, dan muntah. Mereka disarankan mendatangi pos kesehatan terdekat untuk pengobatan.

 

P3JH merupakan satu

photo

Jamaah haji melempar jumrah di Mina.

dari 10 inovasi haji tahun ini. Tim ini bertugas memberi pelayanan kesehatan salah satunya dengan menyediakan tandu dan kursi roda. Harapannya bisa menurunkan tingkat kesakitan dan juga jamaah sanggup menyelesaikan puncak haji dengan baik dan sehat.

 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Dia mengklaim peralatan kesehatan semakin baik, seperti dua bak air dingin untuk memulihkan jamaah yang mengalami kejang panas.

 

Lukman yang juga turun membantu jamaah haji menyaksikan langsung jamaah yang kelelahan di sekitar area jamarat. “Alhamdulillah dengan segela keterbatasan jamaah kita mendapatkan pelayanan. Kami harap jamaah menjaga kesehatannya dengan baik dan tidak memaksakan diri untuk berjalan jauh,” katanya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini