Ahad 23 Sep 2018 16:02 WIB

Oktober, Kemenag Gelar Evaluasi Nasional Ibadah Haji 2018

Evaluasi nasional yang akan dilakukan, dapat menghasilkan output konkret

Rep: Novita Intan/ Red: Maman Sudiaman
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin
Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Jika tak ada aral melintang, Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Evaluasi Nasional Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1439 H/2018 M, pada 2 - 4 Oktober 2018. Pembahasan nantinya akan berfokus pada dua hal penting.

Pertama, dalam forum tersebut lakukan evaluasi terhadap 10 inovasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1439 H/2018 M. Kedua, merencanakan dan menyiapkan delapan inovasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440 H / 2018 M.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan evaluasi nasional yang akan dilakukan, dapat menghasilkan output konkret untuk memberikan solusi serta altenatif perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji ke depan. “Saya berharap, evaluasi betul-betul dilakukan pada 10 inovasi yang telah kita lakukan. "Misalnya, inovasi QR Code. Itu betul-betul dievaluasi, apakah efektif atau tidak di lapangan. Jika misalnya tidak efektif, apa langkahnya? Apa perlu dihentikan, atau dilakukan perbaikan,” ujarnya seperti dilansir dari laman Kemenag, Ahad (23/9).

Agar menghasilkan output konkret, Menag meminta penunjukkan ketua sidang komisi dalam evaluasi nasional perlu memperhatikan kompetensi. “Tunjuk orang-orang yang kompeten untuk memimpin sidang tiap komisi. "Cari orang yang paling menguasai perihal yang akan di evaluasi,” pesan Menag.

Sekretaris Ditjen PHU Muhajirin Yanis menjelaskan persiapan evaluasi nasional penyelenggaraan haji telah dilakukan sejak pelaksanaan operasional haji dimulai. “Jadi meskipun operasional penyelenggaraan ibadah baru akan ditutup pada 28 September mendatang, kita langsung bisa melakukan evaluasi secepatnya. Ini memungkinkan kita untuk menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun berikutnya lebih cepat lagi,” tutur Muhajirin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement