Jumat 14 Dec 2018 08:28 WIB

DDII Pastikan Jamaah Umrah dan Haji Niatnya untuk Ibadah

Tak perlu meragukan niat dan mencurigai orang yang melaksanakan umrah dan haji.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Andi Nur Aminah
Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Periode 2015-2020 Mohammad Siddik
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Periode 2015-2020 Mohammad Siddik

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Mohammad Siddik memastikan jamaah umrah dan haji ke Tanah Suci niatnya untuk ibadah, bukan untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Pernyataan itu disampaikan untuk merespons pernyataan Dirjen Imigrasi bahwa perjalanan ibadah haji dan umrah menjadi modus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal masuk saudi.

"Saya kira sebagian besar orang yang pergi haji dan umrah itu niatnya baik, ikhlas untuk melakukan ibadah umrah dan haji," kata Mohammad Siddik saat berbincang dengan Republika.co.id, Jumat (14/12).

Baca Juga

Untuk itu Mohammad Siddik meminta siapa pun terutama pemerintah melalui Derektorat Jendral Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM tidak mencurigai orang yang beribadah ke Tanah Suci. "Jadi kita tidak perlu ragukan dan curigakan itu," ujarnya.

Mohammad Siddik mengatakan jika pihak imigrasi tidak bisa memberikan data valid terkait apa yang disampaikannya, maka pernyataan itu harus diralat karena dapat menyinggung perasaan umat Islam. "Jadi tidak perlu ada statetmen yang sifatnya dapat menyinggung perasaan orang banyak," katanya.

 

Kalaupun ada seperti apa yang disampaikan Dirjen Imigrasi Rony F Sompie, dia mengatakan itu hanya sebagian kecil saja dari sekian banyak jamaah umrah dan haji. Karena mereka selalu pulang sesuai batas waktu yang telah ditentukan. "Jika ada yang kemudian tinggal itu saya kira sangat-sangat kecil jumlahnya," katanya.

Atau bisa jadi orang tinggal di Saudi dengan visa umrah atau haji itu diusahakan oleh warga setempat dan warga setempat itu membutuhkan tenaga kerja indonesia (TKI) untuk dipekerjakan di rumahnya. "Dan bukan tidak mungkin juga itu diusahkan oleh orang-orang yang memerlukan tenaga kerja kita dari sana. Ya datang saja dengan visa haji atau umrah. Ya itu mungkin juga ya," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement