Selasa 18 Dec 2018 12:00 WIB

Tenda dan Sanitasi Mesti Diperbanyak di Musim Haji 2019

Minimnya tempat-tempat sanitasi atau toilet menjadi masalah terberat.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Andi Nur Aminah
Seorang petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Daker Makkah melakukan pengecekan fasilitas toilet di Arafah, Ahad (30/7). Untuk tahun ini ada pembaruan fasilitas berupa penggantian tenda dengan bahan ppc yang tahan panas dan antibakar.
Foto: Republika/Nasih Nasrullah
Seorang petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Daker Makkah melakukan pengecekan fasilitas toilet di Arafah, Ahad (30/7). Untuk tahun ini ada pembaruan fasilitas berupa penggantian tenda dengan bahan ppc yang tahan panas dan antibakar.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memiliki lima inovasi penyelenggaraan ibadah haji 2019. Namun dari lima inovasi itu tidak ada fasilitas penambahan kapasitas tenda dan sanitasi padahal dua hal itu yang banyak dikeluhkan jamaah haji ketika beradad di Mina dan Arafah.

"Catatan pelayanan di Mina dana Arafah tahun lalu di catatan saja yaitu terbatasnnya kapasitas space untuk tinggal jamaah dan fasilitas toilet bagi jamaah," kata Sekjen Amphuri Firman Nur Alam saat berbincang dengan Republika.co.id, Senin (17/12).

Firman mengatakan minimnya tempat-tempat sanitasi (toilet) menjadi masalah terberat. Karena jumlah toilet yang tersedia dengan kapasitas jamaah setiap Maktab sangat minim sekali. Hampir satu toilet itu digunakan untuk 100 orang bahkan sampai 150 orang. "Ini yang menjadi masalah, sedangkan cuaca panas, kondisi padat dan crowded," katanya.

Firman menyarankan untuk penyelesaian jangka pendek yang mudah untuk mengatasi masalah ini adalah memperbanyak jumlah toilet yang sudah ada. Sekaligus ditambah dengan memperbanyak jumlah kapasitas di ruangan tenda-tenda.

"Takutnya ditambah toilet pasti kapasitas menjadi sempit. Mungkin yang jadi solusinya menjadikan toiletnya menjadi dua tingkat sebagaimana yang telah dilakukan toilet-toilet baru di Musdalifah," katanya.

Firman berharap masalah-masalah itu harus segera diselesaikan mengingat kondisis cuaca untuk lima sampai sepuluh tahun ke depan sangat ekstrem. "Jadi cuaca bisa sampai 50 hingga 45 derajat. Kondi pelayanan itu yang kita harapkan dan bagaimana kedekatan pemerintah kita memberikan usulan dan ini menjadi usulan yang sering kita sampaikan," katanya.

Selain menambah jumlah dan memberbaiki toilet juga yang mesti pemerintah RI sampaikan masukan kepada pemerintah Saudi adalah jika memungkinkan membangun dalam bentuk gedung-gedung bertingkat. "Kalau ada, pasti pemerintah siap menyewa. Jadi pemerintah Saudi yang menyiapkan sebagaimana tiga gedung yang ada," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement