Pakistan Mulai Lakukan Rekam Biometrik di 27 Gerai Layanan

Senin , 08 Apr 2019, 07:59 WIB Reporter :Umi Nur Fadhilah/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Jamaah haji asal Pakistan tiba di Bandara AMA, Selasa (17/7). Kebanyakan jamaah pria Pakistan maupun dari Asia Selatan lainnya datang ke Tanah Suci mengenakan shalwar kamiz, baju tradisional mereka.
Jamaah haji asal Pakistan tiba di Bandara AMA, Selasa (17/7). Kebanyakan jamaah pria Pakistan maupun dari Asia Selatan lainnya datang ke Tanah Suci mengenakan shalwar kamiz, baju tradisional mereka.

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD — Calon jamaah haji (calhaj) asal Pakistan memulai verifikasi data biometrik di 27 kota di seluruh negeri. Proses itu menjadi prasyarat mendapatkan visa Arab Saudi.

 

Kementerian Agama dan Keharmonisan Antar-Agama Pakistan meminta calhaj reguler di bawah skema pemerintah berpartisipasi dalam perekaman data biometrik sesuai jadwal. Jadwal pelaksanaan verifikasi telah dikirim pada masing-masing calhaj melalui telepon atau pesan singkart (SMS). Selain itu, calhaj juga dapat memeriksa jadwal perekaman di Kantor Etimad atau melalui laman www.hajjinfo.org.  

Terkait

Verifikasi data dilakukan Pusat Layanan Visa Etimad sesuai jadwal waktu dan tanggal. Calhaj cukup membawa tanda terima pembayaran dari bank, salinan kartu identitas nasional terkomputerisasi (CNIC), dan paspor saat verifikasi data biometrik.

Baca Juga

Verifikasi data dilakukan secara gratis, kecuali untuk calhaj berusia lebih lebih dari 80 tahun dan anak usia di bawah enam tahun.

Verifikasi biometrik dilakukan di 27 Pusat Layanan Visa Etimad, yakni di Faisalabad, Multan, Islamabad, Karachi, Lahore, Peshawar, Quetta, Sukkar, Sialkot, Rahim Yar Khan, DI Khan, Swat, Jhang, Swabi, Mardan, Hyderabad, Gujrat, Sahiwal, Mansehra, Khushab, Gilgit, Mirpur (AJK), Rajanpur, Gujranwala, Mirpur Khas (Sindh), Kohat, dan Kasur. 

Kementerian menegaskan tidak akan mengizinkan calhaj yang tak melakukan perekaman data biometrik bertolak ke tanah suci.  

Sebanyak 200 ribu calhaj asal Pakistan akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Pembagiannya, sebanyak 60 persen di bawah skema pemerintah dan 40 persen di bawah skema swasta.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini