Emil Minta Tim Kesehatan Proaktif Pantau Kesehatan Calhaj

Jumat , 05 Jul 2019, 12:32 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

IHRAM.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil meminta Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) lebih proaktif mengecek kondisi kesehatan jamaah calon haji asal Jawa Barat (Jabar). Sebanyak 67 persen jamaah haji Jabar masuk kategori risiko tinggi gangguan kesehatan.

 

Terkait

"Kita mengantisipasi di tim haji daerah itu ada tim kesehatan yang sudah saya tugaskan lebih proaktif dengan data tadi hampir 60-an persen rawan atau risti (risiko tinggi)," katanya di Gedung Sate Bandung, Jumat (5/7).

Baca Juga

Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil itu, mengatakan ibadah haji adalah ibadah yang membutuh kondisi fisik prima sehingga jamaah calon haji harus benar-benar mempersiapkan diri. "Ibadah haji ialah ibadah yang paling berat secara fisik. Oleh karena itu, pastikan setiap hari mengecek kesehatan," kata dia.

Dirinya juga berpesan kepada jamaah calon haji agar jangan sampai dehidrasi saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. "Suhu di Tanah Suci akan sangat tinggi jangan sampai puncak haji atau saat wukuf di Arafah terkendala. Nah, jangan sampai dehidrasi," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan calon haji dimasukkan dalam kategori berisiko tinggi kalau memiliki riwayat penyakit dan berusia lanjut. Ia menjelaskan, pada musim haji tahun ini penyakit yang menghantui jamaah haji sudah bergeser dari penyakit menular menjadi tidak menular.

Pada musim haji tahun sebelumnya, penyakit menular, seperti sindrom pernafasan Timur Tengah (Middle East Respiratory Syndrome/Mers), sindrom pernafasan akut (Severe Acute Respiratory Syndrome/SARS), hepatitis, hingga meningitis membayangi jamaah. "Untuk musim haji tahun ini tidak lagi karena sudah menggunakan vaksin dan rata rata jamaah haji Jabar sudah mendapatkan vaksin yang lengkap," kata Berli.

Ia mengatakan jamaah calon haji juga telah memperoleh vaksin flu dan sebagian menjalani vaksinasi tifoid untuk mencegah penularan penyakit. Pada musim haji tahun ini penyakit tidak menular, seperti kanker dan hipertensi, menghantui jamaah haji Indonesia.

"Sebagai contohnya, hipertensi kemudian juga karena sudah terlalu sepuh, kemudian ada juga karena faktor kegemukan, ada juga yang baru ketahuan menderita kanker yang sebelumnya belum diketahui," kata Berli.

Ia mengimbau jamaah calon haji menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, antara lain dengan menjaga pola makan-minum dan istirahat teratur.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini