Berburu Kartu Telepon Seluler di Arab Saudi

Sabtu , 06 Jul 2019, 13:12 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Salah seorang petugas provider di Arab Saudi (kiri) sedang meminta seorang petugas haji Daker Madinah, untuk menekan jari telunjuknya pada alat khusus untuk merekam sidik jari, pada Jumat (5/7), Makkah, Arab Saudi.
Salah seorang petugas provider di Arab Saudi (kiri) sedang meminta seorang petugas haji Daker Madinah, untuk menekan jari telunjuknya pada alat khusus untuk merekam sidik jari, pada Jumat (5/7), Makkah, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, Oleh Syahruddin El-Fikri dari Madinah, Arab Saudi

 

Terkait

Belum satu jam menginjakkan kaki di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, seorang pria memakai kaus berwarna ungu datang menghampiri sejumlah petugas haji Indonesia yang baru mendarat, Kamis (4/7) sore waktu Arab Saudi (WAS). Tak tampak kalau ia seorang staf kepegawaian dari lembaga resmi.

Baca Juga

Wajahnya biasa, kearab-araban, tingginya sekitar 160 cm, rambut hitam dan kulit agak gelap. Ia tidak mengenalkan diri, namun suaranya membuat saya harus menoleh padanya. "Passport... Passport... Majaanan... Majaanan," ujarnya sambil mengangkat tangan kanan menunjukkan satu paket kartu provider telekomunikasi selular.

O...rupanya ia menawarkan kartu selular untuk jamaah haji selama di Tanah Suci. Diberikan gratis hanya dengan menunjukkan paspor untuk kemudian dia rekam sebagai catatan administrasi. Majaanan artinya gratis.

Beberapa petugas awalnya tak acuh dengan penawaran lelaki itu. Namun, setelah diberi tahu ada pembagian kartu selular gratis, sejumlah petugas bergerak cepat menawarkan diri tanpa dikomando. Mumpung, istilahnya.

Hanya saja, kartu itu belum bisa diaktifkan untuk fasilitas internet karena belum ada paket datanya. "Nggak apa-apa, ntar tinggal nyari konter pulsa," ujar Tedi, salah satu petugas haji bidang akomodasi Daker Madinah.

Kejadian serupa terulang kembali di hotel tempat transit petugas haji di Makkah sebelum bertolak ke Madinah pada Jumat (5/7) pagi waktu setempat. Bedanya, kali ini yang menawarkan lebih banyak, tiga orang. Semuanya memakai pakaian khas budaya Arab, yakni gamis.

Dengan membawa sejumlah peralatan elektronik seperti perekam sidik jari, sejumlah paket kartu selular, mereka duduk santai di sebuah kursi panjang di depan lobi hotel. Tampaknya mereka lebih difasilitasi manajemen hotel.

Petugas haji yang sejak awal memang mencari kartu perdana dari provider di Arab Saudi, tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. "Dari Tanah Air saya sudah ditugaskan kantor untuk mencari provider STC (Saudi Telecom Company) agar memudahkan pengiriman gambar dan video ke kantor di Jakarta," kata Noor Rahman Putra, petugas media center haji (MCH) dari TVOne.

Untuk paket data, kata dia, dirinya akan mencari konter penjualan paket data provider dimaksud di Madinah. "Biar aman kerjanya, karena jaringannya luas di Arab Saudi ini," ujarnya.

Rahman mengakui, alasan dia memakai kartu dari Arab Saudi supaya biayanya lebih murah dan aksesnya cepat. Dia juga sudah memiliki kartu selular dari Indonesia dan memakai roaming data internasional.

"Jangan sampai nanti biaya jadi selangit," kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Muhammad Iqbal, petugas haji dari sektor transportasi Daker Madinah. "Takut biaya untuk komunikasi pengeluarannya kegedean, nanti repot. Lebih baik pakai kartu luar negeri saja, sebagai tambahan untuk jaga-jaga bila jaringan dalam negeri susah," ujarnya.

Iqbal mengatakan, kartu selular luar negeri itu dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi selama dirinya bertugas di Arab Saudi, khususnya Madinah. "Agar setiap saat bisa memberi kabar pada keluarga di rumah tanpa takut roaming," katanya.

Provider dalam negeri, tak mau kalah. Telkomsel memberikan sejumlah penawaran menarik bagi jamaah haji selama berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Ada paket umrah dan paket haji. Bahkan juga ada promonya. Ini terlihat dari pesan pendek (SMS) yang masuk ke penulis saat tiba di Jeddah.

Provider lain asal Tanah Air juga menawarkan produk serupa. Di antaranya XL, Tri, Ooredoo, dan lainnya. Harganya pun bersaing. Intinya dari persaingan harga ini agar jamaah dapat berkomunikasi dengan keluarga atau terkait pekerjaan dengan Tanah Air.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini