Gelombang I Jamaah Haji Madinah Didorong ke Makkah 15 Juli

Kamis , 11 Jul 2019, 07:53 WIB Reporter :Muhammad Hafil/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Kepala PPIH Daker Makkah, Subhan Cholid.
Kepala PPIH Daker Makkah, Subhan Cholid.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Jamaah haji Indonesia akan tiba di Makkah dari Madinah pada 15 Juli mendatang. Kloter pertama yang tiba berasal dari Surabaya.

 

"Kloter pertama yang tiba nanti akan ditempatkan di wilayah Mahbas Jin. Selanjutnya, terus setiap hari akan berdatangan baik dari Madinah maupun dari Jeddah yang gelombang kedua," kata Ketua PPIH Daker Makkah, Subhan Cholid di Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah, Kamis (11/7). 

Terkait

Subhan mengatakan, seluruh jamaah yang akan tinggal di Kota Makkah totalnya mencapai 529 kloter. Adapun jumlahnya mencapai 216.500 jamaah dan petugas kloter. “Jamaah kemudian akan ditempatkan pada 11 sektor yang ada di tujuh wilayah zonasi,” tutur dia.  

Baca Juga

Dia mengatakan, untuk memberikan pelayanan ibadah haji dari pemondokan ke Masjid al-Haram dan sebaliknya, akan diberikan layanan bus shalawat. Di mana, operasional bus ini berlangsung selama 24 jam selama tujuh hari. Kemudian, bus shalawat ini didukung dengan sembilan rute, 56 halte, dan tiga terminal.  

Bus shalawat, kata dia, akan dihentikan masa operasionalnya sementara pada 6 Dzulhijah hingga 13 Dzulhijah atau tiga hari menjelang wukuf dan empat hari setelah wukuf. Karena, seluruh bus digunakan untuk mengangkut jamaah haji ke Arafah, Mina, dan Muzdalifah pada masa puncak haji. Berikut daftar pemondokan jamaah haji selama di Makkah: 

  1. Sektor 1             : Syisah 
  2. Sektor 2             : Raudhah
  3. Sektor 3             : Raudhah
  4. Sektor 4             : Raudhah
  5. Sektor 5             : Mahbas Jin
  6. Sektor 6             : Mahbas Jin dan Aziziyah
  7. Sektor 7             : Misfalah
  8. Sektor 8             : Misfalah
  9. Sektor 9             : Rei Bakhshyi 
  10. Sektor 10           : Jarwal
  11. Sektor 11           : Jarwal
  12. Sektor Khusus    : Masjid al-Haram

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini