Daker Makkah Kelola 173 Hotel untuk Jamaah Haji

Rabu , 10 Jul 2019, 15:58 WIB Reporter :Muhammad Hafil/ Redaktur : Friska Yolanda
Kedatangan jamaah calon haji Indonesia Kloter JKG 1 yang mendarat pada pukul 13:30, di Gate Road makkah Bandara Prince Mohammad Abdulaziz International Airport, Madinah, Ahad (7/7). Ini merupakan kedatangan pertama dengan menggunakan layanan fasttrack, yang hanya membutuhkan waktu 15 menit dari turun pesawat sampai jamaah menaiki bus.
Kedatangan jamaah calon haji Indonesia Kloter JKG 1 yang mendarat pada pukul 13:30, di Gate Road makkah Bandara Prince Mohammad Abdulaziz International Airport, Madinah, Ahad (7/7). Ini merupakan kedatangan pertama dengan menggunakan layanan fasttrack, yang hanya membutuhkan waktu 15 menit dari turun pesawat sampai jamaah menaiki bus.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah mengelola 173 hotel yang akan dihuni oleh jamaah calon haji Indonesia. Jumlah tersebut disebar dalam 11 sektor dan satu sektor khusus.

 

"Ada 173 hotel yang kita kehola. Itu tersebar di 11 sektor," kata Kepala Daker Makkah, Subhan Chalid di Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah, Rabu (10/7).

Terkait

Menurut Subhan, hotel terbanyak yang dikelola ada di sektor dua dengan 36 hotel. Sedangkan yang paling sedikit ada di sektor 10 yaitu dengan dua hotel yang dikelola.

"Tapi sektor 10 walaupun hanya dua hotel, tapi kapasitas jamaahnya banyak," kata Subhan.

Dari segi jaraknya, paling dekat jarak hotel dengan Masjidil Haram sejauh 850 meter. Sedangkan yang terjauh jaraknya mencapai 4,3 kilometer.

Menurut Subhan, untuk memberikan kemudahan kepada jamaah untuk pergi dari dan ke Masjidil haram, maka mulai tahun ini Pemerintah Indonesia menyediakan 100 persen angkutan bus Shalawat kepada jamaah. Tahun lalu, bus Shalawat hanya diberikan kepada jamaah yang jarak hotelnya di atas 1.500 meter dari Masjidil Haram.

Kemudian, Pemerintah Indonesia meminta Pemerintah Arab Saudi untuk mengizinkan bus Shalawat disediakan untuk jamaah yang jarak hotelnya 1.000 meter dari Masjdil Haram. Pemerintah Indonesia pun mengordinasikan hal ini kepada DPR terkait anggarannya. "Dan, Alhamdulillah pada saat itu DPR menyetujui," kata Subhan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini