Kiat Jika Jamaah Terpisah dari Rombongan di Masjid Al-Haram

Jumat , 12 Jul 2019, 14:15 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Masjid al-Haram di Makkah.
Masjid al-Haram di Makkah.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Panitia Penyelenggara Ibadan Haji (PPIH) Kementerian Agama (Kemenag) memberikan kiat-kiat bagi jamaah calon haji (calhaj) Indonesia, khususnya yang terpisah dari rombongan saat menjalankan ibadah di Masjid al-Haram.

 

Terkait

"Ada beberapa hal yang perlu dipahami dengan baik oleh jamaah Indonesia," kata Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Kolonel (Sus) Jaetul Muchlis di Mkkah, Kamis (11/7) waktu setempat.

Baca Juga

Ia mengatakan jamaah yang terpisah dari rombongan menjadi permasalahan utama dan pertama yang paling sering terjadi di Makkah. "Umumnya kalau boleh saya ranking, masalah urutan pertama adalah jamaah terpisah rombongan," katanya.

Oleh karena itu, Jaetul menyarankan beberapa kiat bagi jamaah haji Indonesia sebagai berikut.

  • Jangan panik dan segera temukan posko sektor khusus petugas haji Indonesia yang terletak di 8 titik. Dua di antaranya adalah posko tim kesehatan. Posko yang dimaksud, yakni Pos 1 Marwah, Pos 2 Haram, Pos Bab Ali, Posko Haram Team Kesehatan (Syeib Amiir), Pos 3 Tower Zam Zam, Pos 4 Dar Attauhid, Pos 5 Mataf, Pos 6 Darul Arqam. Posko 1 berada di pintu keluar Bukit Marwah, Posko 2 di dalam masjid, Posko 3 di bawah Zamzam Tower, Posko 4 di depan Hotel Daurut Tauhid, Posko 5 di dekat Hijr Ismail, dan Posko 6 di dekat pintu Babussalam.
  • Jika telepon seluler (ponsel) aktif, segera hubungi teman satu rombongan dan jadikan bangunan tinggi termasuk Zam Zam Tower sebagai patokan. Banyak orang yang mengatakan Zam Zam Tower adalah kiblat bagi orang yang tersesat. Bangunan dengan jam di atasnya itu memang ikonik dan sangat mudah dilihat sehingga sesuai menjadi patokan.
  • Temukan nama bab atau pintu dari papan-papan yang terbentang di setiap atas pintu.
  • Jangan mudah menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal dan meskipun di kawasan Masjid al-Haram yang dianggap sangat suci. Banyak titik rawan tindakan kriminal di sekitar al-Haram.
  • Idealnya lakukan orientasi singkat terhadap Masjid al-Haram saat pertama kali datang sehingga ketika beribadah untuk selanjutnya lebih mudah.
  • Beberapa hal yang juga perlu diperhatikan di tempat baru bagi jamaah adalah senantiasa memantau pergerakan rombongan atau kelompok. Manfaatkan kecanggihan teknologi atau grup-grup di ponsel yang digunakan sebagai sarana komunikasi.
  • Saat bepergian upayakan ada minimal satu laki-laki dalam rombongan, jangan semua perempuan.
  • Kenali seragam dan identitas haji dari Indonesia.
  • Tidak perlu mengenakan atau membawa perhiasan berharga yang terlalu mencolok saat beribadah yang potensial mengundang kejahatan.
  • Jangan memperlihatkan raut kebingungan, tetaplah tenang dan perbanyak zikir kepada Allah SWT.
  • Meminum air zamzam yang banyak disediakan secara gratis di berbagai sudut Masjid al-Haram. Meminumnya akan sangat membantu membuat hati menjadi tenang sehingga bisa berpikir lebih jernih.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini