Ahad 14 Jul 2019 22:02 WIB

Terkait Umrah Digital, Tokopedia: Kami Fokus pada Kemitraan

Menkominfo Rudiantara menggagas umrah digital melalui kerja sama dengan Arab Saudi

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Hasanul Rizqa
Ilustrasi Umrah
Foto: Foto : MgRol101
Ilustrasi Umrah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi bekerja sama untuk mengembangkan Umrah Digital Enterprise. Pada Kamis (4/7) lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara diketahui menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi Abdullah Alswaha di Riyadh.

Memorandum of understanding ini bertujuan memperkuat ekonomi digital kedua negara, termasuk mengenai umrah berbasis aplikasi digital.

Baca Juga

Dalam kesempatan ini, Menkominfo membawa serta perwakilan dua unicorn Indonesia, Tokopedia dan Travelola, untuk menyaksikan penandatanganan MoU itu.

Menanggapi hal itu, VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan, pihaknya mendukung inisiatif pemerintah dalam mendorong kolaborasi teknologi informasi dan komunikasi yang inovatif.

"Kami turut menjadi saksi dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Kerja sama mencakup pertukaran informasi, wawasan dan keahlian dalam upaya bersama untuk mendorong inovasi digital," kata Nuraini melalui pesan elektronik kepada Ihram.co.id, Ahad (14/7).

Ia mengatakan, Tokopedia memiliki cita-cita membangun ekosistem di mana setiap Muslim di Indonesia bisa berangkat ke Tanah Suci minimal sekali seumur hidup. Saat ini, lanjut dia, Tokopedia sedang mengelaborasi suatu platform agar dapat mendukung upaya ini lebih jauh lagi.

"Pastinya, kami akan selalu berpegang pada prinsip kami untuk membangun jembatan kolaborasi. Kami akan fokus pada kemitraan yang sejalan dengan misi kami untuk mendorong pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia," tambahnya.

 

Disebut tak Ganggu Biro Umrah Konvensional

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan, pengembangan startup aplikasi umrah digital yang akan digarap bersama pemerintah Indonesia dan Arab Saudi tidak akan mengganggu bisnis biro travel umrah yang selama ini sudah berjalan.

Situasinya, jelas Rudiantara, akan sama saja dengan biro travel yang sudah ada. Namun, diakuinya ada pergeseran ke ranah online. Umrah digital dipandangnya dapat menjadi pilihan alternatif biro travel dalam memberikan jaminan keamaan dan kenyamanan kepada pelanggan.

“Hanya saja sekarang menjadi merchant-nya Traveloka dan platform lainnya. Jadi tergantung pasarnya, ada pasar yang retail, ada yang non-retail. Tidak perlu khawatir,” ujar Menkominfo dalam konferensi pers usai penandatanganan MoU kolaborasi di Riyadh, Kamis (4/7) waktu setempat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement