Jamaah Haji Lansia, Tetap Semangat Beribadah

Senin , 22 Jul 2019, 16:30 WIB Reporter :Muhammad Hafil/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Jamaah haji Indonesia mengikuti manasik haji di pelataran Masjid Nabawi,  Madinah,  Selasa (22/7). Manasik haji dilakukan untuk memantapkan pemahaman ibadah secara baik dan benar.
Jamaah haji Indonesia mengikuti manasik haji di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Selasa (22/7). Manasik haji dilakukan untuk memantapkan pemahaman ibadah secara baik dan benar.

Di rombongan ini juga terdapat pasangan suami istri lansia. Yaitu, Syair (95 tahun) dan istrinya yang berusia 85 tahun.

 

Meski usianya sepuh, Syair di hotel itu masih sempat berjalan-jalan di hotel. Begitu melihatnya, awak media tertarik mewawancarainya.

Terkait

Syair dan istrinya bahkan masih sempat bercanda-canda dengan istrinya. "Aku suka sama Bapak karena kumisnya yang bikin ganteng," kata istrinya tersebut.

Di Masjid al-Haram, Ihram.co.id juga sempat memandu seorang jamaah haji wanita asal Pasaman, Sumatra Barat ketika ingin keluar masjid. Nenek berusia 70 tahun itu mengaku letih ketika berjalan kaki.

"Agak letih, tapi tidak apa-apa," kata Nenek tersebut.

Banyak lagi Ihram.co.id dan Tim MCH ketika ke Masjid al-Haram, memberikan khidmad atau pelayanan kepada jamaah haji yang berusia lanjut tersebut. Kebanyakan masalah yang ditemui adalah mereka terpisah dengan pasangannya atau rombongannya.

Selain itu, kasus yang biasa ditemui terhadap jamaah lansia adalah ketika di Masjid al-Haram adalah mengeluh sakit. Ada yang sesak nafas dan ada yang tidak kuat berjalan. Dan, petugas haji lainnya termasuk tim MCH dengan senang hati membantu dengan mencarikan kursi roda untuk jamaah tersebut.

Kepala Seksi Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, M Amran, memberikan tip bagi lansia yang ingin beribadah di Masjid al-Haram. Menurut Amran, untuk jamaah lansia diberikan keringanan dalam beribadah.

Misalnya, menggunakan alat bantu ketika ingin thawaf atau sa'i. "Pakai skuter matik atau kursi roda untuk thawaf," kata Amran.

Kemudian, bagi yang ingin umrah pilihlah waktu yang teduh, yaitu mulai Maghrib hingga setelah subuh. "Kondisi cuaca tidak sepanas Madinah. Suhu pagi hari di Makkah 36-37 dan siang hari 38-40," kata Amran.

Sementara, jamaah haji Indonesia diimbau untuk melaksanakan umrah sunah setelah prosesi haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Hal tersebut agar kondisi jamaah tetap bugar menjelang dan selama proses puncak haji.

photo

(Ilustrasi) Petugas Daker Bandara memayungi jamaah lansia di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.

Menurut Konsultan Ibadah PPIH Arab Saudi Daker Makkah, KH Ahmad Kartono, jamaah yang melakukan umrah sunnah berulang kali di musim haji secara hukum dibolehkan. Tetapi, terkait dengan menjaga kondisi kesehatan, maka untuk melakukan hal ini juga perlu dipertimbangkan bagi jamaah risti (risiko tinggi) dan lansia.

"Ya, solusinya umrah berulang kali bisa dilakukan setelah kegiatan Arafah setelah wukuf. Sebelum kita pulang ke tanah air ada waktu untuk melaksanakan umrah sunnah," kata Kiai Ahmad.