Kamis 25 Jul 2019 08:52 WIB

Keberangkatan Sembilan Calon Jamaah Haji Aceh Ditunda

Sembilan calon jamaah haji asal Aceh itu belum berangkat karena faktor kesehatan

Rep: Ali Yusuf/ Red: Hasanul Rizqa
Calon jamaah haji sebelum berangkat (Ilustrasi)
Foto: ANTARA
Calon jamaah haji sebelum berangkat (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak sembilan orang calon jamaah haji asal Aceh ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Mereka tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 02.

"Dari jumlah semula 393 orang, panita memastikan hanya 384 yang terbang menuju Arab Saudi," kata juru bicara PPIH Aceh M. Nasril kepada Ihram.co.id, Rabu (24/7) malam.

Baca Juga

Dari sembilan orang itu, hanya satu orang calon jamaah haji yang pada tahun ini benar-benar tidak bisa diberangkatkan. Alasannya, yang bersangkutan mengidap sakit. Sementara itu, delapan orang lainnya masih bisa diberangkatkan setelah kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

"Jadi delapan calon jamaah haji itu keberangkatanya dimutasi ke kloter 12, berangkat pada 4 Agustus nanti. Satu orang dinyatakan tidak berangkat (haji pada tahun ini) karena dalam keadaan sakit," katanya.

 

Menurut jadwal, 384 calon jamaah haji yang berasal dari Aceh Timur, Banda Aceh n Aceh tersebut akan diterbangkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, pada Rabu (24/7) pukul 23.10 WIB.

Nasril mengatakan jamaah akan didampingi tiga orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), satu orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), satu orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan tiga orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Jamaah termuda dalam Kloter 02 berasal dari Kabupaten Aceh Besar  bernama  Muhammad Rifqi bin Saifullah (21 tahun) manifes 391. Sementara jamaah tertua bernama Muhammadin Ucup bin Ocom Abdullah (94 tahun), manifes 197 berasal dari Kabupaten Aceh Timur.

Sebelum diterbangkan, calon jamaah haji kloter kedua ini akan dilepas Asisten 2

Sekretaris Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur Usman A. Rahman. Atas nama Pemkab Aceh Timur Usman berpesan kepada jamaah untuk selalu menjaga kesehatan di Tanah Suci.

"Selama di tanah suci jagalah kesehatan, selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan paramedis," katanya.

Dia juga mengingatkan jamaah agar selalu menghormati ketentuan dan peraturan di Arab Saudi. "Negara kita berbeda dengan negara lain, jadi kita harus menghormati aturan, ketentuan dan budaya di sana," katanya.

Usman berharap jamaah meningkatkan kualitas iman dan takwanya. Sehingga dapat beribadah dengan baik tanpa mengabaikan kesehatannya.

"Terus fokus beribadah. Haji adalah ibadah total, karena itu adalah perjanjian manusia dengan Allah SWT," tambahnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement