Sabtu 27 Jul 2019 21:50 WIB

Ragam Kuliner Nusantara untuk Jamaah

Urusan makanan jadi perharian penyelenggara ibadah haji.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Katering haji
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Katering haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Tahun ini, Kementerian Agama memberlakukan sistem zonasi haji. Setiap zonasi mewakili daerah asal jamaah haji. Melalui sistem ini diharapkan, layanan akan berjalan maksimal, termasuk untuk urusan makanan untuk jamaah haji.

Seperti diketahui, rombongan jamaah haji Indonesia berasal dari berbagai provinsi dengan budaya dan kebiasaan yang berbeda. Urusan kuliner juga berbeda. Nah, berikut ragam kuliner yang disajikan untuk jamaah haji tahun ini?

Coto Makassar

Bagi jamaah asal Indonesia, mereka akan merasakan pelayanan baru yang dihadirkan pada musim haji 1440 H/2019 M. Selain mendapatkan menu makanan yang bergizi dan menyehatkan selama berada di Tanah Suci, jamaah juga akan disuguhkan dengan beberapa menu alternatif yang disesuaikan dengan makanan khas daerah asal.

Jamaah dari Makassar, contohnya. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, Anwar Abubakar, menyebut, nanti jamaah akan mendapat kuliner khas Makassar, seperti Coto dan Pallubasa.

"Alhamdulillah tahun ini jamaah kita akan mendapatkan menu konsumsi yang sesuai dengan selera atau lidah orang Sulsel, misalnya coto Makassar dan sebagainya," ujarnya belum lama ini.

Menu ini, menjadi inovasi yang perdana diberikan oleh Kemenag selaku penyelenggara ibadah haji. Sebanyak 18 ribu lebih calon jamaah haji asal Embarkasi Makassar ini dibagi dalam 40 kelompok terbang (kloter). Menu tradisional yang tadi disebut, akan diberikan oleh pengelola katering secara berkala kepada sekian belas ribu jamaah tersebut.

"Jadi, ada variasi yang disajikan. Untuk masing-masing daerah juga berbeda," lanjutnya.

Ayam Garang Asem

Kasie Katering Daerah Kerja Makkah, Beny Darmawan bahkan melakukan pantauan di Ahla Zad Company, Makkah selaku perusahaan katering penyedia konsumsi jamaah untuk memastikan rasa yang dihidangkan sama dengan yang asli. Perusahaan ini dipercaya untuk menghidangkan menu zonasi.

"Kami melakukan visitasi ke Ahla Zad Company yang kebetulan bertugas menyediakan menu Solo dan untuk menu zonasi adalah ayam garang asem dan tempe bacem. Rasa ayam garang asem dan tempe bacemnya sudah mendekati cita rasa aslinya," katanya

Ia meyakinkan kepada jamaah untuk tidak khawatir dengan rasa makanan yang disajikan. Cita rasa Indonesia akan tetap terjaga saat pelaksanaan ibadah haji. Bahkan, agar lebih meyakinkan, Ahla Zad mempekerjakan sejumlah chef dan pekerja asal Indonesia.

Rawon dan Bandeng Presto

Sementara itu, bagi jamaah asal Embarkasi Surabaya, mereka akan menerima menu zonasi berupa rawon daging dan ikan bandeng presto. Berbagai menu ini bisa diterima saat makan malam pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kepala Seksi Katering Daker Makkah, Benny Darma wan, menyebut, untuk makanan jamaah Embarkasi Su rabaya dilayani oleh Jawharat Asia Katering. "Jamaah haji selama di Makkah akan memperoleh sampai 40 kali makan, serta menu zonasi," ujarnya.

Tak hanya rawon dan bandeng presto, pihak katering juga berusaha menghadirkan menu lain yang menjadi khas Jawa Timur. Di antaranya, telur rebus pindang, ayam geprek, orak-arik tempe, dan pecel.

Ayam Tangkap dan Ikan Keumamah

Beralih pada jamaah dari wilayah Barat, tepatnya Aceh, tahun ini juga mendapatkan kejutan untuk menu makanan yang disiapkan. Selama dalam perjalanan menuju Tanah Suci, jamaah akan disuguhkan beberapa menu ma kanan khas Serambi Makkah.

Hal ini dilakukan agar jamaah dapat menyesuaikan diri utamanya dalam hal makanan. Pihak maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) menyebut, telah menyiapkan menu ayam tangkap dan ikan keumamah kepada calon jamaah haji asal Aceh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement