TKHI Bertahap Evakuasi Jamaah Sakit dari Madinah ke Makkah

Senin , 29 Jul 2019, 21:30 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Kantor Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI)  Madinah, Arab Saudi. Gedung enam lantai ini secara khusus melayani perawatan jamaah haji Indonesia. Seluruh pelayanan diberikan secara cuma-cuma.
Kantor Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Arab Saudi. Gedung enam lantai ini secara khusus melayani perawatan jamaah haji Indonesia. Seluruh pelayanan diberikan secara cuma-cuma.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sudah mulai evakuasi jamaah sakit dari Madinah ke Makkah. Evakuasi dilakukan menjelang semakin dekatnya puncak ibadah haji. 

 

"Sekarang masih proses evakuasi jamaah sakit dari Madinah ke Makkah," kata dokter spesialis kedokteran penerbangan, dr Itah Sri Utami, saat dihubungi Republika.co.id, Senin (29/7).

Terkait

Itah mengatakan, bersamaan dengan hal tersebut juga Pantia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan juga melakukan proses pendataan jamaah calon badal dan safari wukuf. 

Baca Juga

Menurut dr Itah, evakuasi jamaah sakit dari Madinah ke Makkah dilakukan sejak 15 Juli sampai 29 Juli. Jadi sampai saat ini sudah 31 kali evakuasi dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah ke KKHI Makkah.

"Total jamaah yang sudah dievakuasi sampai dengan pukul 15.00 WAS adalah 65 jamaah," katanya.  

Itah yang juga tergabung dalam Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR) mengatakan, semua proses evakuasi menggunakan mobil ambulans KKHI Madinah. 

Tim yang berangkat mendampingi perjalanan evakuasi jamaah itu terdiri dari tiga jamah dan petugasnya 1 dokter, 1 perawat, dan 1 supir ambulans. 

Sementara, dokumen yang disertakan adalah surat jalan dari daker, paspor asli, visa, dan resume medis yang diterbitkan KKHI Madinah. Sebelum diberangkatkan, jamaah dipakaikan kain ihram untuk laki-laki dan baju ihram untuk perempuan. 

"KKHI Madinah bekerjasama dengan binbad (bimbingan ibadah) Daker Madinah untuk membantu proses miqat dan doa sebelum ihram," katanya. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini