2.000 Warga Yaman Berangkat Haji Atas Undangan Raja Salman

Senin , 29 Jul 2019, 23:17 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tejomukti/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Jamaah haji berswafoto saat wukuf sebagai syarat sah berhaji di Padang Arafah, Arab Saudi, Senin (20/8). Mereka berdiam (wuquf), berdoa dan dzikir memohon ampunan kepada Allah SWT hingga matahari terbenam.
Jamaah haji berswafoto saat wukuf sebagai syarat sah berhaji di Padang Arafah, Arab Saudi, Senin (20/8). Mereka berdiam (wuquf), berdoa dan dzikir memohon ampunan kepada Allah SWT hingga matahari terbenam.

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud mengundang dua ribu orang asal Yaman untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.  Dilansir di Saudigazette, Ahad (28/7) jamaah haji yang mendapatkan undangan haji dari Raja Salman adalah keluarga tentara Yaman yang menjadi korban dan mereka yang tergabung dalam People's Resistance. Jamaah haji undangan ini akan dilayani oleh Kementerian urusan Agama Saudi.  

 

Menurut Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) hingga saat ini sebanyak 997.846 jamaah haji telah tiba di Saudi. Sebanyak 943.410 jamaah tiba melalui Bandara Internasional Raja Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Pangeran Muhammad Bin Abdul Aziz di Madinah.

Terkait

Sedangkan jamaah haji lain sebanyak 44.078 jamaah telah tiba melalui jalur darat dan sebanyak 10.358 jamaah melalui laut.

Baca Juga

Sekitar 588.509 jamaah telah tiba di Madinah untuk memberi penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW dan berdoa di masjidnya. Sebanyak 437.838 jamaah haji usai berkunjung ke Madinah kini melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk haji sementara 150.640 jamaah masih berada di Madinah.

Sekitar 261 jamaah asal Tunisia tiba pada hari Ahad di Bandara Internasional Pangeran Muhammad Bin Abdulaziz di Madinah dengan MRI.

Sebanyak 126.474 jemaah haji pria dan wanita telah tiba di Saudi menggunakan 315 penerbangan sejak 1 hingga 24 Zulqaidah. Dari jumlah tersebut, 76.120 tiba di Jeddah dan 50.354 di Madinah. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini