'Jadikan Ibadah Haji Sebagai Jihad Lawan Hawa Nafsu'

Ahad , 04 Aug 2019, 18:11 WIB Redaktur : Fernan Rahadi
Haji
Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Semangat berhaji masyarakat muslim dari tahun ke tahun semakin tinggi baik di seluruh dunia maupun Indonesia. Itu terlihat dari meningkatnya daftar tunggu jamaah haji Indonesia setiap tahunnya. Menunaikan rukun Islam kelima ini adalah menyempurnakan ibadah lainnya semata karena Allah SWT.

 

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Kyai Demak Purwakarta, Prof Ahmad Syafii Mufid, mengatakan bahwa ibadah haji itu puncak dari pelaksanaan rukun Islam mulai Syahadad, Shalat, Puasa, Zakat dam Haji. Hal tersebut dikarenakan ibadah haji itu memiliki Lex Specialis-nya yakni kalimat Manistata’a ilaihi Sabila yang artinya  Bagi Mereka yang Mampu (Istithaah) untuk menempuh jalan pemberangkatan haji.

Terkait

“Di situlah mulai diwajibkannya umat Islam untuk ber Haji.  Karena kata Istithaah dimaknai sebagai kemampuan melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental dan perbekalan.  Istithaah dimaknai sebagai kemampuan untuk bisa sampai ke tempat tujuan yaitu tanah suci dalam perjalanannya. Selain itu Istithaah itu juga bermakna kemampuan orang untuk melaksanakan ibadah haji karena badannya sehat dan kuat. Kalau tidak memiliki kemampuan itu tidaklah untuk wajib haji,” ujarnya akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, secara Khattiyah. untuk melakukan ibadah Haji tentunya diperlukan sebuah usaha yang sungguh-sungguh untuk bisa menjalankan ibadah haji itu. Karena secara Ma’nawiyah sendiri orang yang memiliki uang banyak belum tentu dia itu rela mengeluarkan uang untuk berangkat haji. Bahkan orang yang sehat pun belum tentu dia mau meluangkan waktunya untuk beribadah haji karena sayang waktunya kalau tidak digunakan untuk bisnis dan seterusnya.

“Maka dari itu usaha yang sungguh-sungguh yang semacam itu bisa kita masukkan dalam kategori jihad untuk melawan hawa nafsu sejak berniat menggunakan pakaian ihram. Secara singkat ibadah haji itu memiliki makna jihad bagi para pelakunya Yang mana dia berangkat menunaikan ibadah haji itu berjihad untuk melawan hawa nafsunya yang mana mau mengeluarkan uangnya, mau menggunakan waktunya untuk ibadah haji. Nah itu jihad,” ucap Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta ini.

Selain itu menurutnya, dalam budaya masyarakat nusantara juga melahirkan berbagai macam upacara, salah satu upacara yang paling populer adalah Walimatul Hajj atau Walimatul Safar untuk menghormati orang yang mau berangkat haji. Yang mana salah satu dari seremoninya adalah dibacakan adzan dan iqomat sebagaimana orang melepas jenazah.

“Hal ini karena kita semua tidak ada yang tahu apakah calon-calon haji ini bisa kembali lagi ke tanah air atau ke keluarganya dalam keadaan sehat walafiat selamat atau tidak. Tentunya haji itu adalah sebuah perjuangan yang luar biasa dan itulah seringkali warga masyarakat kita memaknai haji ini sebagi jihad yang luar biasa,” kata Direktur Indonesia Institute for Society Empowerment (INSEP) ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini