Jumat 09 Aug 2019 04:04 WIB

Jangan Bawa Barang Terlalu Banyak ke Arafah

Jamaah diminta tak bawa koper besar ke Arafah

Red: Agung Sasongko
Menteri Agama yang juga amirul Hajj Indonesia meninjau kesiapan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Senin (5/8). Sekitar 70 persen Armuzna sudah siap menyambut jamaah saat puncak haji pada 9 Dzulhijjah.
Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
Menteri Agama yang juga amirul Hajj Indonesia meninjau kesiapan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Senin (5/8). Sekitar 70 persen Armuzna sudah siap menyambut jamaah saat puncak haji pada 9 Dzulhijjah.

IHRAM.CO.ID,Oleh Syahruddin El-Fikri Dari Makkah, Arab Saudi

 MAKKAH—Jamaah haji diimbau tidak terlalu banyak membawa pakaian dan perlengkapan untuk ke Arafah. Sebab, waktu yang diperlukan untuk kegiatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, kurang lebih sekitar enam hari, yakni 8, 9, 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Baca Juga

“Tidak perlu membawa pakaian yang banyak. Cukup tiga empat helai saja,” kata Ustaz Muhammad Sholikhin, anggota TPHD Kloter 12 Embarkasi Surakarta (SOC), saat acara Silaturahim NU se-Dunia yang ke-XVIII di Jarwal, Makkah, Kamis (8/8).

Selain itu, kata dia, pakaian lain yang juga perlu dibawa adalah kain ihram. “Itu kain yang wajib dibawa. Ditambahkan tiga atau empat helai pakaian, baik pakaian luar maupun pakaian dalam, insya Allah sudah cukup satu tas,” kata dia.

 

Pihaknya juga tidak mengizinkan jamaah membawa koper besar ke Arafah. “Tidak perlu membawa koper besar. Malah ngerepoti diri sendiri. Sebab, di Arafah itu juga tidak terlalu lama,” ucapnya.

Ia menambahkan, hal lain yang perlu dibawa adalah perlengkapan mandi, dan perbekalan selama di Armuzna. “Itu saja sudah cukup,” ungkapnya. 

Pernyataan senada juga disampaikan Ketua Sektor 2 Madinah, Rusdi Umar. Menurutnya, hal ini sebenarnya masalah sederhana. Namun, kata dia, banyak jamaah yang tak memerhatikannya. “Dikira ke Arafah itu sekalian nanti langsung pulang, jadi bawa koper besar. Itu tidak perlu dibawa,” kata dia.

Ia menyarankan, untuk jamaah yang mungkin di kamar tinggal bersama dengan rekannya sebanyak enam orang, cukup membawa dua koper. “Kalau jamaah jumlahnya banyak, silakan bawa koper, misalnya dua koper untuk enam orang. Atau masing-masing cukup membawa koper kecil saja,” kata Rusdi. 

Sebab, lanjutnya, pihaknya tidak menginginkan jamaah nantinya akan direpotkan dengan urusan koper itu. “Kalau kemarin bawa satu koper, untuk kegiatan selama di Armuzna cukup bawa 1/3 saja,” jelasnya 

Apalagi, kata dia, pada tangal 9-10 Dzulhijjah, jamaah akan menggunakan pakaian ihram (untuk laki-laki). Kemudian pada 11-13 Dzulhijjah, berganti dengan pakaian biasa. “Jadi nggak perlu banyak bawanya,” tegas Rusdi Umar.

Kalaupun mau satu pasang pakaian untuk satu hari, pada tanggal 11-13 Dzulhijjah tersebut, kata dia, hal itu tidak masalah. Artinya, jamaah hanya perlu membawa tiga pasang pakaian saja, selain pakaian ihram.

Hal lain yang mungkin jika diperlukan, terutama untuk jamaah yang terbiasa berkomunikasi dengan keluarga, disarankan untuk membawa charger handphone (HP) atau colokan (connector) listrik tiga kaki. “Terkadang, repot mengurusi pakaian, jadinya hal-hal itu tidak terpikirkan,” terangnya.

Adapun untuk perempuan, diimbau untuk tidak membawa barang dan perhiasan yang terlalu mencolok. “Seperlunya saja,” kata dia. Sebab, di Armuzna itu bukanlah tempat belanja.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement