Ahad 18 Aug 2019 12:27 WIB

Busyro Muqoddas Puji Etos Kerja Petugas Haji

Busyro Muqoddas menilai petugas haji taat dengan prinsip kerja yang ditetapkan.

Wakil Amirul Hajj, Busyro Muqoddas saat mengunjungi jamaah haji asal embarkasi SOC di Hotel Kiswah, Jarwal, Makkah, Sabtu (3/8).
Foto: Muhammad Hafil/Republika
Wakil Amirul Hajj, Busyro Muqoddas saat mengunjungi jamaah haji asal embarkasi SOC di Hotel Kiswah, Jarwal, Makkah, Sabtu (3/8).

IHRAM.CO.ID, Oleh Muhammad Hafil dari Makkah, Arab Saudi

 

Baca Juga

MAKKAH – Wakil Amirul Hajj Busyro Muqoddas memuji kiprah petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Dia menyebut para petugas haji komitmen dengan prinsip-prinsip kerja yang telah ditetapkan.

Menurut Busyro, penyelengaraan ibadah haji merupakan manifestasi kerja tim. Yaitu, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, instansi lain terkait, serta ormas-ormas Islam.

Lembaga-lembaga itu telah menetapkan garis-garis besar manajemen penyelenggaraan ibadah haji. Namun, di lapangan, yang merealisasikannya adalah para petugas haji.

“Taat jelas pelaksanaan di lapangan (para petugas haji) taat prinsip, yaitu taat prinsip ole manajemen yang telah ditetapkan garis-garis besar besarnya oleh manajemen di pusat yaitu Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah,” kata Busyro yang pernah menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, Ahad (19/8).

Dampaknya adalah, risiko-risiko yang muncul selama pelaksanaan ibadah haji di lapangan seperti masalah kesehatan, bisa ditangani oleh PPIH yang juga didukung oleh para petugas kesehatannya dari Kementerian Kesehatannya. “Ini menggambarkan satu kerja team work yang bagus,” kata Busyro.

Selain itu, risiko-risiko di lapangan seperti jamaah haji yang terpisah dari rombongan, ini bisa diselesaikan dengan cepat oleh petugas. Tidak hanya di tataran pelaksanaan di lapangan, namun juga di tataran kebijakan.

Busyro mengapresiasi lobi dari Pemerintah Indonesia ke Pemerintah Arab Saudi supaya tenda-tenda jamaah saat pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dipasang pendingin udara, juga disetujui. Padahal tahun lalu kebijakan seperti ini belum dilakukan. Menurutnya, ini salah satu indicator sistem manajemen yang dibangun tidak pada pendekatan-pendekatan internal tapi juga dengan hubungan diplomasinya dengan Arab Saudi.

“Secara garis besar manajemen, kami melihat satu situasi di lapangan yang bisa lebih baik dari tahun lalu dan etos kerja dari tim PPIH menggambarkan kerja tim yang bagus sekali,” kata Busyro.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement