Kisah Dokter Muda Berhaji di Usia 26 Tahun

Selasa , 27 Aug 2019, 21:15 WIB Reporter :Febrian Fachri/ Redaktur : Gita Amanda
Nola Soendang Dewi, Dokter yang melaksanakan ibadah haji di usia 26 tahun
Nola Soendang Dewi, Dokter yang melaksanakan ibadah haji di usia 26 tahun

IHRAM.CO.ID, PADANG -- Nola Soendang Dewi, gadis yang berprofesi sebagai dokter umum telah menggapai impiannya menunaikan rukun Islam ke lima yakni menunaikan ibadah haji. Nola berhaji di usia 26,5 tahun bersama kelompok terbang (kloter) 13 yang diberangkatkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang.

 

"Alhamdulillah, Allah terlalu baik. Mengundang Nola lebih cepat ke Tanah Suci," kata Nola saat berbincang dengan Republika.co.id, Selasa (27/8).

Terkait

Baca Juga

Saat itu, Nola merasakan nikmat yang luar biasa dari Allah SWT. Karena ia dapat lebih cepat melaksanakan ibadah haji yang telah didambanya sejak lama.  Nola tak lupa dengan jasa Almarhum Pamannya yang mendaftarkan namanya sebagai calon haji pada 2014 lalu.

"Yang membuat Nola mendaftar adalah Almarhum Paman. Waktu didaftarkan, Nola masih kuliah," ujar Nola.

Nola menceritakanpengalamannya selama mengikuti rangkaian ibadahnya di tanah suci. Salah satu yang terkesan bagi alumnus Fakulutas Ilmu Kedokteran Universitas Sumatera Utara ini adalah saat berdoa di Raudhah. Raudhah adalah tempat istimewa di Masjid Nabawi yang terletak di Kota Madinah.

Nola mengetahui Raudhah adalah bagian dari Masjid Nabawi yang disebut sebagai taman surga. Dan Raudhah juga disebutkan sebagai tempat yang mustajab buat memanjatkan doa kepada Allah. Nola mengaku tak kuasa menahan air mata karena bercampur antara rasa bahagia dan terharu dengan kasih sayang Allah SWT kepadanya. Nola merasa bahagia karena akhirnya bisa begitu dekat dengan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Karena merasa kesempatan berdoa di dekat Rasulullah merupakan momen langka, Nola sempat beberapa kali datang ke Masjid Nabawi untuk menunaikan shalat dan berdoa di Raudhah. Di Madinah juga, Nola beserta rombongan juga difasilitasi berziarah ke tempat-tempat lain seperti Masjid Quba, Jabal Hud, Kebun Kurma dan sejumlah tempat bersejarah lainnya.

Dan nikmat besar dari Allah SWT yang dirasakan Nola dan jamaah lainnya, pada saat hari Arafah ini, Allah menurunkan hujan. Padahal hujan adalah suatu hal yang sangat langka di Tanah Arab.  Nola menyaksikan ada banyak sekali jamaah yang keluar dari tenda untuk berdoa kepada Allah. Karena waktu mustajab untuk berdoa juga pada saat Allah menurunkan hujan.

Singkat cerita setelah melaksanakan semua rangkaian ibadah haji selama lebih kurang 42 hari, Nola mengucapkan banyak rasa syukur dan nikmat kebahagiaan menjadi hamba Allah. Bahkan ketika belum pulang ke tanah air Indonesia, Nola sudah merasakan kerinduan mendalam untuk berhaji lagi di tanah suci.  Dengan kerendahan hati, Nola mengajak kalangan muda agar meniatkan untuk melaksanakan ibadah haji dari sekarang. Bahkan kalau bisa mulai menyicil tabungan haji dari sekarang karena berhaji tidak harus menunggu usia lebih tua.

Nola bersyukur bisa berhaji di usia 26 tahun ini di saat tubuhnya masih kuat menjalani semua rangkaian ibadah di bawah terik matahari yang ganas di bumi Arab Saudi. Nola melihat dan merasakan untuk rangkaian ibadah seperti saat melontar jumroh, tawaf, berjalan dari terminal ke masjid, masjid ke hotel dan lain-lain membutuhkan stamina yang prima. Nola menyarankan kawula muda untuk mendaftar haji sejak sekarang karena ke depan antrean haji di Indonesia akan semakin panjang dan lama, bahkan harus menunggu sampai 18 tahun.

Lagi pula menurut Nola ibadah haji juga merupakan wisata religi yang biayanya tergolong murah. Untuk diri sendiri, Nola hanya keluar biaya Rp 35 juta. Menurut Nola biaya segitu sudah sangat murah. Karena harusnya biaya berhaji mencapai RP 65 juta. Kini bisa hanya Rp 35 juta karena ongkos haji sudah dikelola oleh negara.

Sekarang dengan Rp 35 juta itu, kata Nola jamaah sudah bisa naik pesawat terbaik Garuda Indonesia pergi dan pulang Indonesia-Arab Saudi, tinggal di hotel bintang 4 dan 5 selama 40 hari, makan dua kali sehari, diberi fasilitas ziarah ke berbagai tempat dan uang saku senilai 1.500 riyal atau setara dengan Rp 6 juta.

"Dengan Rp 35 juta, kerjaan kita tinggal melakukan ibadah, makan, tidur di hotel berbintang, jalan-jalan, dan menunaikan rukun Islam kelima lagi. Di situ Nola merasa pemerintah hebat. Sebenarnya ongkos naik haji itu Rp 65 juta. Tapi karena uang haji dikelola negara jadinya bisa Rp 35 juta. Padahal Rp 35 juta itu harusnya cukup untuk ongkos pesawat dan living cost saja," ujar Nola.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini