Selasa 10 Sep 2019 15:09 WIB

Jamaah Haji Sakit di Saudi Tetap Dirawat Meski Haji Usai

Jamaah haji yang sakit akan menjadi tanggung jawab Kantor Urusan Haji

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah
Sejumlah jamaah haji Indonesia yang sudah selesai menjalani perawatan inap di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah bersiap untuk kembali  pulang ke pemondokannya, Sabtu (27/7). Hampir setiap hari, KKHI Makkah memulangkan 15-20 orang jamaah yang sudah selesai dirawat ke pemondokannya. Hingga dua pekan jamaah haji yang masuk ke Makkah, KKHI sudah menerima 400-an lebih jamaah yang menjalani perawatan.
Foto: Muhammad Hafil/Republika
Sejumlah jamaah haji Indonesia yang sudah selesai menjalani perawatan inap di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah bersiap untuk kembali pulang ke pemondokannya, Sabtu (27/7). Hampir setiap hari, KKHI Makkah memulangkan 15-20 orang jamaah yang sudah selesai dirawat ke pemondokannya. Hingga dua pekan jamaah haji yang masuk ke Makkah, KKHI sudah menerima 400-an lebih jamaah yang menjalani perawatan.

IHRAM.CO.ID, MADINAH— Masa operasional ibadah haji akan berakhir pada 16 September nanti, namun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan akan tetap menangani jemaah haji Indonesia yang hingga kini masih terbaring sakit di Rumah Sakit Arab Saudi. 

Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, mengatakan timnya akan terus memberikan perawatan maksimal hingga kondisi pasien dapat layak dipulangkan ke Tanah Air. 

Baca Juga

Menurut dia, penanganan jamaah sakit pascaoperasional haji akan ditangani staf teknis urusan haji yang berada di bawah naungan perwakilan Indonesia di Jeddah.  

“Jadi nanti kita akan memberikan data-data, berapa jamaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi beserta kondisinya, baik itu yang ada di Madinah, Makkah maupun di Jeddah,” katanya dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Selasa (10/9).

Jauhari menjelaskan, data ini diberikan agar memudahkan staf teknis untuk melakukan monitor secara berkala untuk mengetahui kondisi jemaah sakit yang tertinggal dari rombongannya. 

Ketika jamaah sakit yang tersisa sudah ada yang layak terbang, maka staf teknis haji akan melakukan koordinasi untuk memastikan kembali apakah kondisi jamaah sudah layak terbang, kemudian memproses kepulangan jamaah tersebut.

“Baik jamaah tersebut dipulangkan dalam kondisi berbaring dengan menggunakan stretcher case atau duduk,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, Indro Murwoko, memastikan bahwa jamaah haji yang masih dirawat di RSAS Makkah akan tetap dimonitor tim visitasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, demikian pula dengan jamaah sakit yang masih dirawat di RSAS yang ada di Jeddah.  

“Visitasi tersebut akan tetap dilakukan sampai PPIH bidang kesehatan kembali ke Tanah Air, yang terjadwal pada 16, 17 dan 18 September 2019,” ujarnya. 

Jika melewati batas tersebut, ujar dia, seluruh daftar jamaah yang masih dirawat di RSAS akan diinformasikan ke TUH (Teknis Urusan Haji) untuk memonitor selanjutnya. 

Kepala Seksi Kesehatan Madinah, Edi Supriatna, menjelaskan, hingga 8 September 2019 pukul 23.00 WAS, jumlah jamaah yang masih di rawat di RSAS Madinah tercatat 53 orang, sedangkan yang masih dirawat di KKHI Madinah ada 26 orang.

Sedangkan jamaah yang masih di rawat di Rumah Ssakit Arab Saudi (RSAS) Makkah berjumlah 48 orang dan yang masih dirawat di KKHI Makkah ada 4 orang dan di RSAS Jeddah ada 5 orang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement