Jumat 03 Jan 2020 07:00 WIB

Banjir Besar Beberapa Kali Melanda Ka'bah di Masjid Al-Haram

Kabah terendam banjir bandang beberapa kali dalam sejarah.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah
Kabah terendam banjir pada 1941 akibat banjir bandang melanda Kota Makkah.
Foto: wikipedia.org
Kabah terendam banjir pada 1941 akibat banjir bandang melanda Kota Makkah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ka'bah merupakan bangunan paling suci dalam agama Islam yang terletak di Masjid al-Haram, Makkah, Arab Saudi. Baitullah atau rumah Allah tersebut dilindungi dari berbagai serangan. 

Allah melindungi Ka'bah dari serangan pasukan Abrahah di Tahun Gajah, yang terjadi sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW.   

Baca Juga

Namun demikian, al-Bait al-Haram, sebutan lain Ka'bah, ini rupanya tercatat pernah dilanda banjir beberapa kali dalam sejarahnya. Hal ini disebabkan karena letak geografis dan struktur tanah kota Makkah.  

Kota Makkah berada di antara bukit-bukit dan termasuk dalam dataran rendah yang letaknya di dalam cekungan. Selain itu, struktur tanah kota Makkah yang terdiri dari pasir dan batu-batuan jenis pualam sangat keras, kuat dan kering. Sehingga, air tidak mudah terserap.   

 

Dalam sejarahnya, banjir pernah melanda Ka'bah di masa Nabi Muhammad saw sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Saat itu, Nabi SAW berusia sekitar 35 tahun.

Akibat banjir bandang yang melanda kota Makkah kala itu, bangunan Ka'bah direnovasi kembali. 

Selanjutnya, Ka'bah pernah terendam banjir pada masa khalifah Umar bin Khattab. Akibat banjir, sebagian dinding Ka'bah rusak parah karena pada zaman itu Ka'bah hanya dibangun dengan menggunakan batu yang direkatkan dengan tanah dan atau lumpur.  

Pada 1039, Ka'bah kembali dilanda banjir. Sembilan abad kemudian, yakni pada 1941 silam, Ka'bah direndam air dengan ketinggian hampir setengah bangunan Ka'bah. 

Ketika itu, hujan deras mengguyur Makkah selama sepekan penuh, siang dan malam. Sehingga, air meluap dan mengepung kota suci tersebut.

Pada 2009 dan 2012, Ka'bah kembali digenangi air hujan, namun tidak sampai menyentuh badan Ka'bah. Air hujan hanya menggenangi jalan-jalan. Seiring waktu, pemerintah Saudi telah melakukan renovasi dan perbaikan drainase di sekitar Masjid al-Haram.

Adapun pada pelaksanaan ibadah haji musim 2017 lalu, hujan mengguyur kota Makkah di saat umat Muslim tengah melaksanakan tawaf. Namun, tidak sampai terjadi banjir dan jamaah tetap melakukan ibadah haji dengan khusyuk.

Pada musim haji 2019 pada Agustus lalu, hujan juga sempat mengguyur kota Makkah. Kemudian ketika jamaah haji berada di Padang Arafah, air hujan tiba-tiba turun dan membasahi wilayah itu pada saat pelaksanaan rangkaian ibadah haji pada 10 Agustus 2019 lalu. Namun, tidak sampai terjadi banjir di Ka'bah. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement