Senin 27 Jan 2020 16:39 WIB

Asrama Haji Batam Dijadikan Ruang Isolasi Suspect Corona

Ruangan isolasi itu sudah ada untuk melayani jamaah haji butuh penanganan khusus.

Asrama Haji Batam Dijadikan Ruang Isolasi Suspect Corona. Virus corona jenis baru.
Foto: Republika
Asrama Haji Batam Dijadikan Ruang Isolasi Suspect Corona. Virus corona jenis baru.

IHRAM.CO.ID, BATAM -- Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam menyiapkan ruang isolasi bagi pasien diduga (suspect) terjangkit virus corona di Asrama Haji Batam. "Untuk ruangan isolasi di luar RS, disiapkan ruangan di Asrama Haji," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Senin (27/1).

Ruangan isolasi itu memang sudah ada untuk melayani jamaah haji yang membutuhkan penanganan khusus sepulang dari Tanah Suci. Ruang isolasi terdiri dari satu kamar dengan dua tempat tidur.

Baca Juga

"Saat ini ada empat tempat tidur dalam satu kamar, kalau butuh lima, kasih lima. Tapi mudah-mudahan tidak ada," kata pria yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam itu.

Ia mengingatkan seluruh petugas yang berjaga di pintu masuk pelabuhan internasional untuk teliti. Apabila menemukan seseorang yang dinilai janggal, maka harus segera ditangani dengan khusus.

Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Batam Romer Simanungkalit mengatakan apabila petugas kesehatan di pelabuhan mencurigai pendatang yang terinfeksi virus corona, maka ia akan langsung merujuk ke rumah sakit.

Pemerintah telah menunjuk dua rumah sakit di Batam untuk menanganinya, yaitu RS Umum Daerah Embung Fatimah dan RS Badan Pengusahaan Batam. Di dua rumah sakit itu juga sudah terdapat ruang isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Sumarjadi menilai ruang isolasi di Asrama Haji Batam relatif cukup, meski tidak dilengkapi berbagai perlengkapan. "Kalau di rumah sakit, ada tekanan negatif. Jadi udara dari dalam nggak bisa ke luar, ada pintu ganda, ada ruang antara, dan ada penyaring udara," kata dia.

Ruang isolasi di asrama haji sekadar mengisolasi sebelum ke rumah sakit

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement