IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir fokus dalam mendorong ketahanan kesehatan, salah satunya dengan upaya konsolidasi rumah sakit-rumah sakit (RS) milik BUMN. Kementerian BUMN, kata Arya, ingin mempercepat akselerasi holding RS yang sudah dibentuk pada menteri sebelumnya.
"Dulu simbolis, sekarang akselerasi biar jalan sambil memperbaiki strukturnya, apalagi Pak Erick fokus ke health security. Makanya jadi salah satu fokus RS ini," ujar Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (11/2).
Arya menyebut pengelolaan RS-RS BUMN tetap berada di bawah naungan Indonesia Healthcare Corporation (IHC) selaku holding RS BUMN yang dibentuk Menteri BUMN sebelumnya Rini Soemarno pada 2017. Kata Arya, BUMN yang memiliki RS tetap memiliki saham di holding RS.
"Ini bukan pembentukan holding baru, tapi akselerasi, melanjutkan saja," ucap Arya.
Arya menyampaikan akselerasi holding RS tengah berproses secara bertahap untuk menggabungkan sekira 64 RS yang berada di BUMN masing-masing. Arya belum dapat memastikan tenggat waktu penyelesaian konsolidasi RS BUMN.
"Ada prosesnya, Juni baru ketahuan proses berikutnya. Jangan dibikin waktu, tapi bisa lebih cepat, yang pasti diproses cepat," kata Arya.