Dampak Corona, KJRI Istanbul Bantu Pemulangan Jamaah Umrah

Rabu , 04 Mar 2020, 23:29 WIB Redaktur : Teguh Firmansyah
Calon jemaah umroh menunggu kepastian keberangkatan ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2).
Calon jemaah umroh menunggu kepastian keberangkatan ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- KJRI Istanbul telah mendata dan membantu kepulangan 769 WNI yang terdampak kebijakan penangguhan umroh oleh pemerintah Arab Saudi.

 

Terkait

Ratusan WNI yang diurus oleh sejumlah biro perjalanan umroh itu dipulangkan ke Tanah Air menggunakan berbagai maskapai penerbangan antara lain Turkish Airlines, Saudi Airlines, dan Qatar Airways sejak 27 Februari 2020 hingga 4 Maret 2020.

Baca Juga

"Dari jumlah tersebut, 378 WNI yang berasal dari 12 agen perjalanan belum dapat melaksanakan ibadah umroh, sementara sebanyak 391 WNI telah selesai melaksanakan umroh," demikian keterangan tertulis KJRI Istanbul, Rabu.

Kendala yang ditemui biro perjalanan baik bagi yang belum ataupun sudah selesai melaksanakan umroh terpusat pada keterbatasan jumlah kursi maskapai penerbangan untuk memulangkan jamaah ke Indonesia pascapenangguhan perjalanan umrah. Akibatnya beberapa WNI harus menunggu penerbangan hingga 4 Maret 2020.

Untuk itu, Konsul Jenderal RI di Istanbul Imam As'ari memerintahkan seluruh jajarannya untuk berperan aktif memberikan bantuan kepada jemaah terutama terkait koordinasi kepada maskapai penerbangan, pelaksana perjalanan umrah, kepolisian dan rumah sakit bagi WNI yang memerlukan. Selain itu memberi bantuan konsumsi agar tidak ada WNI terlantar di bandara.

Sejumlah WNI tersebut terkendala kepulangannya ke Indonesia ataupun untuk melanjutkan perjalanan umrah ke Arab Saudi setelah transit di Istanbul pascadiberlakukannya kebijakan penangguhan akses masuk warga negara asing oleh pemerintah Saudi ke seluruh wilayah Arab Saudi sejak 27 Februari 2020.

Guna mencegah penyebaran virus corona, pemerintah Turki telah meningkatkan level kewaspadaan dan kesiagaan aparatnya khususnya yang berada di bandara internasional Istanbul.

Pemerintah Turki telah memasang kamera pendeteksi suhu tubuh di bandara dan pelabuhan internasional serta pintu-pintu perbatasan dengan negara lain, khususnya Iran. Tukri juga mengeluarkan imbauan perjalanan (travel warning) bagi warganya agar menunda perjalanan ke China.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini