Aplikasi Haji Pintar Kini Bisa Cek Nama Jamaah Berhak Lunas

Kamis , 19 Mar 2020, 18:50 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Aplikasi Haji Pintar.(dok. Kementerian Agama)
Aplikasi Haji Pintar.(dok. Kementerian Agama)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) 1441H/2020M mulai dilakukan hari ini, Kamis (19/3). Tahap pertama pelunasan akan berlangsung dari 19 Maret hingga 17 April 2020.

 

Terkait

Untuk mengetahui siapa saja jamaah haji yang berhak melunasi Bipih tahun ini, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama, Muhajirin Yanis mengatakan, pihaknya telah merilis daftar nama jamaah berhak lunas pada laman haji.kemenag.go.id. Daftar nama tersebut juga bisa dicek langsung di kantor kemenag kabupaten/kota setempat.

 

“Untuk memudahkan jamaah, kami siapkan aplikasi haji pintar sehingga jamaah bisa melakukan pengecekan dari rumah masing-masing. Aplikasi haji pintar sudah tersedia di Google Play Store, bisa diunduh dengan nama “Haji Pintar”, dengan icon Kabah dan tulisan ‘Haji Pintar’," ujar Muhajirin Yanis dalam keterangan yang didapat Republika, Kamis (19/3).

 

Setelah mengunduh dan membuka aplikasi, untuk mengecek apakah termasuk yang berhak melunasi Bipih tahun ini, jamaah bisa memilih menu ‘Informasi Jemaah Haji’, lalu ‘Informasi Pelunasan’. Setelah itu, masukan nomor porsi dan akan muncul tampilan informasi.

 

Tampilan informasi yang tertera berupa Nomor Rekening, Tahap Pelunasan, Status Cadangan, Embarkasi, Bipih, Setoran Awal, Nilai Manfaat, Jumlah Pelunasan, Status Pelunasan, dan Status Istithaah. Muhajirin berharap dengan adanya aplikasi ini bisa memudahkan jamaah haji.

 

Terkait pelunasan, untuk mengantisipasi kerumunan banyak orang dan penyebaran Covid-19, pihaknya akan memaksimalkan sistem pelunasan secara daring tanpa tata muka. Ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah tersebut.

 

Ia menyebut langkah prosedur harus diikuti untuk menghindari dan memutus mata rantai dari terjangkitnya wabah ini. Jika bisa dilakukan secara daring, maka akan dimaksimalkan menggunakan cara tersebut.

 

Muhajirin bersyukur tahun lalu sudah dilakukan uji coba pelunasan secara daring atau non teller. Tahun ini, Kemenag berupaya maksiumalkan pelunasan secara online.

 

“Apabila jamaah haji tidak bisa melakukan pelunasan secara online karena memiliki dana yang tersedia direkening tabungan, maka dia bisa melakukan pelunasan dengan meminta bantuan petugas bank untuk mendebetkan dananya. Jamaah haji bisa mengirim surat kuasa atau mengirim pesan melalui whatsapp atau email ke BPS BIPIH untuk mendebetkan rekeningnya,” sambungnya.

 

Ia juga menambahkan, proses persiapan haji terus berjalan dan masih sesuai jadwal. Jamaah haji Indonesia, sesuai Rencana Perjalanan Haji, akan masuk asrama pada 25 Juni 2020 dan berangkat dari Tanah Air menuju Tanah Suci mulai 26 Juni 2020.

 

Terkait Covid-19, kesiapan Asrama Haji untuk menampung jamaah haji juga sudah dilakukan. Kementerian telah melakulan segala prosedur dari aspek sanitasi sampai higienisasi.

 

“Sebagaimana prosedur yang berlaku, dari aspek sanitasi dan sebagainya dan jadwal terakhir dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Pemeriksaan dari sisi higienitas itu seminggu sebelum jamaah haji berangkat," ujarnya.

 

Selain itu, petugas di Asrama Haji juga terus berbenah menyiapkan pelayanan. Muhajirin berharap pelayanan yang diberikan semakin bagus, karena gedung asrama sudah bagus dan siap melakukan pelayanan kepada jamaah lebih baik.

 

Untuk maskapai pengangkut jamaah haji Indonesia, Muhajirin menyebut Kemenag sudah menetapkan tiga perusahaan maskapai penerbangan. Ketiga maskapai tersebut adalah, Garuda Indonesia, Saudia Arabia, serta Flynas.

 

Maskapai Flynas akan mengangkut jemaah haji asal Embarkasi Palembang (PLM). Pihaknya juga telah berkoordinasi ke Palembang dan memperkenalkan maskapai tersebut ke unit terkait. Pengenalan dilakukan agar segera melakukan persiapan dalam proses angkutan udara dan embarkasi.

 

“Persiapan dari sisi pengangkutan udara saya kira prinsipnya sudah clear, tentunya nanti menunggu perkembangan selanjutnya. Ketiga maskapai tersebut sudah menandatangani kontrak dan insya Allah akan mengangkut jamaah haji dari Tanah Air. Kita berharap ini dapat berjalan dan sukses sebagaimana tahun-tahun sebelumnya sebelumnya,” ujar Mantan Kepala Kanwil Kemenang Gorontalo ini.

 

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Dana Haji Kemenag Maman Saepullah mengatakan pelunasan dibagi dalam dua tahap. “Tahap pertama akan dibuka dari 19 Maret sampai 17 April 2020. Sedang untuk tahap kedua dibuka dari 30 April sampai 15 Mei 2020,” ujar Maman Saepulloh.

 

Menurutnya, pelunasan dilakukan setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 - 15.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 09.00 - 16.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 - 17.00 WIT.

 

“Mulai tahun ini, selain datang langsung ke Bank Penerima Setoran awal (BPS), pelunasan juga bisa dilakukan secara non teller melalui internet dan mobile banking,” jelasnya.

 

Ia menyebut sebelum melakukan pelunasan, jamaah yang berhak melakukan pelunasan biaya haji tahun ini, agar melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit. Sebab, keterangan istitha’ah secara kesehatan, menjadi salah satu syarat melakukan pelunasan.

 

Ia juga mengimbau kepada jamaah untuk memaksimalkan pelunasan secara non teller baik melalui internet maupun mobile banking. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

 

Khusus untuk jamaah haji yang masih melakukan pelunasan di bank, ia meminta agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jaga jarak, hindari kontak langsung, dan bagi yang batuk dan flu agar menggunakan masker serta selalu mencuci tangan.

 

“Untuk jamaah yang melakukan pelunasan di bank, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jaga jarak, hindari kontak langsung, dan bagi yang batuk dan flu agar gunakan masker,” lanjutnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini