REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi mengumumkan izin pemulangan ekspatriat ke negara asalnya masing-masing. Langkah ini dianggap inisiasi luar biasa di tengah pandemi corona.
Dilansir dari Saudi Gazette pada Kamis, (23/4) kebijakan yang dinamai Auda (pulang) tersebut sejalan dengan perintah Raja Salman. Para ekspatriat bisa meminta persetujuan pergi ke negaranya lewat portal Absher.
Kebijakan ini sudah didasari kerjasama dengan sejumlah lembaga negara lain yang jadi tujuan kepulangan ekspatriat. Permintaan pulang ekspatriat akan diterima dan disetujui berdasarkan kerjasama tersebut. Sehingga para ekspatriat dapat dipastikan kembali ke negaranya lewat prosedur yang berlaku.
Jika sudah disetujui, ekspatriat akan mendapat pesan tentang tanggal kepulangan, nomor tiket dan detail reservasi. Sebelumnya, mereka perlu mengisi sejumlah data untuk program Auda seperti identitas diri, kota keberangkatan, bandara kedatangan, nomor ponsel.
Kerajaan Arab menyediakan bandara keberangkatan ekspatriat dari bandara internasional King Khalid (Riyadh), bandara internasional King Abdulaziz (Jeddah), bandara internasional Pangeran Muhammad (Madinah), dan bandara internasional Raja Fahd (Dammam).