Polusi Udara Riyadh Turun Signifikan Selama Karantina Saudi

Jumat , 15 May 2020, 13:04 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Polisi udara di Riyadh berkurang signifikan selama pandemi Covid-19. Bendera Arab Saudi ilustrasi.
Polisi udara di Riyadh berkurang signifikan selama pandemi Covid-19. Bendera Arab Saudi ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Polusi udara di Riyadh disebut mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini terjadi setelah pemerintah Kerajaan Arab Saudi melakukan pembatasan dan pencegahan penyebaran virus corona. 

 

Terkait

Di antaranya yang turut berkontribusi dalam penurunan polusi udara ini antara lain penghentian beberapa kegiatan industri serta penguncian pergerakan lalu lintas kendaraan di kota.

Baca Juga

Sehingga berdampak baik terhadap pengurangan konsentrasi polutan dengan persentase yang besar. Sebagaimana laporan Saudi Press Agency, ada sekitar 17 stasiun pemantauan kualitas udara yang berlokasi di seluruh kota.

Dilansir Saudigazette, stasiun pemantauan kualitas udara di bawah Komisi Kerajaan untuk Riyadh mencatat penurunan dalam jumlah udara gaspolutan seperti Nitrogen Dioksida (NO2) sebesar 60 persen, Sulfur dioksida (SO2) sebesar 40 persen, dan Karbon monoksida (CO) sebesar 56 persen.

Stasiun juga mencatat penurunan Hidrogen Sulfida (H2S) sebesar 38 persen, dan hasilnya menyimpulkan bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) di Riyadh untuk polutan gas saat ini berada pada tingkat yang sangat baik.

Stasiun pemantauan udara berisi perangkat yang mengukur konsentrasi 10 polutan spesifik, yang menunjukkan data konsentrasi sesaat untuk polutan utama. 

Selain itu, stasiun-stasiun ini memantau informasi iklim seperti kecepatan dan arah angin, serta jumlah hujan dan suhu di Riyadh, kelembaban relatif dan radiasi matahari.

Aplikasi khusus untuk program manajemen kualitas udara telah ditetapkan dengan nama "Kualitas Udara Riyadh", dan aplikasi menampilkan AQI dalam bahasa Arab dan Inggris pada tingkat partikel dan gas yang ditangguhkan setiap jam untuk area di sekitar setiap stasiun.

Perlu dicatat bahwa program manajemen kualitas udara datang dalam kerangka kerja Komisi Kerajaan untuk kepedulian Riyadh terhadap lingkungan. 

Komisi memantau kualitas udara ambien di dalam lingkungan, serta di sepanjang jalan dan di luar daerah perkotaan. 

Program ini berkontribusi terutama dan efektif untuk mengambil keputusan yang tepat untuk mengurangi efek dari sumber pencemar udara dan meningkatkan levelnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini