Ahad 24 May 2020 05:45 WIB

Menelusuri Masjid-Masjid Tua di Jakarta (3-Habis)

Masjid tua di Jakarta menjadi tempat perjuangan umat Islam melawan penjajah Belanda.

Menelusuri Masjid-Masjid Tua di Jakarta (3-Habis). Suasana masjid tertua di Jakarta, Masjid Jami Al-Anshor.
Foto:

Melihat masjid-masjid tua di Jakarta, tampak sekali sentuhan arsitektur China ikut berperan, terutama pada Masjid Kebon Jeruk dan Angke. Bahkan di Masjid Kebon Jeruk, dekat penyeberangan Sawah Besar - Ketapang, kubahnya mendapat sentuhan arsitektur China. 

Berdiri pada 1786, masjid ini merupakan masjid pertama bagi 'peranakan' China (istilah orang China yang masuk Islam) di daerah Glodok. Di sini terdapat makam Ny Cai, istri pendiri masjid tersebut, Kapiten Tschoa. 

Kapiten inilah yang ketika itu memimpin masyarakat Muslim di Batavia. Masjid Tambora yang terletak di tepi kali Blandongan (anak dari kali Ciliwung) mempunyai kisah menarik.

Masjid ini dua abad lalu dibangun oleh orang-orang bekas tahanan Belanda. Ketika itu di daerah yang sekarang berdiri masjid datang sekelompok orang dari kaki pegunungan Tambora di Sumbawa. 

Mereka dibuang ke Batavia untuk kerja paksa (rodi) akibat menentang kekuasaan Belanda. Setelah bebas mereka memilih tinggal di daerah itu. 

photo
Sejumlah umat Muslim melaksanakan ibadah di Masjid Jami Al Mansur, Tambora, Jakarta Barat. - (Republika/Putra M. Akbar)

Pada 1181 (1762 M) dibawah pimpinan Ki Mustadjib, tokoh masyarakat Tambora mereka mendirikan sebuah masjid. Untuk mengenang nama daerahnya, mereka menamakan Masjid Tambora. 

Di depan masjid ini terdapat makan pendirinya. Hanya beberapa ratus meter dari sini, terdapat sebuah masjid kuno lainnya.

Masjid Al-Mansyur didirikan permulaan abad ke-18 oleh Abdul Mihad, putra dari Pangeran Tjakrajaya, sepupu dari Tumenggung Mataram. Keberangkatan ke Jakarta dalam rangka membantu rakyat Jayakarta untuk mengusir VOC. 

Karena usahanya secara fisik tidak berhasil, maka Abdul Mihad berusaha melalui jalan lain untuk menentang penjajahan, yakni dengan mendirikan masjid pada 1717. Di masjid inilah dia mengadakan ceramah untuk menggelorakan semangat rakyat menentang penjajah.

Pada 1947, masjid ini pernah ditembaki pasukan NIXA. Pasalnya, KH Moh Mansyur, pimpinan masjid saat itu memasang bendera Sang Saka Merah Putih di puncak menaranya. 

photo
Masjid Angke terletak di Jalan Tubagus Angke RT 001 RW 05, Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora,Jakarta Barat. - (Republika/ Yasin Habibi)

Kyai Mansyur kemudian ditangkap Belanda. Setelah ia wafat (12 Mei 1967) masjid ini pun dinamakan Masjid KH Mohd Mansyur. Sekaligus menjadi jalan utama di Kampung Sawah, Jembatan Lima, Jakarta Barat. Tentu masih banyak lagi sejumlah masjid, yang bukan saja patut dikenang karena kekunoannya, tapi juga perlawanannya dalam menentang penjajahan. 

Baca juga: Menelusuri Masjid-Masjid Tua di Jakarta (2)

 

sumber : Arsip Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement