Azerbaijan Berpotensi tak Berangkatkan Jamaah Haji 2020

Kamis , 04 Jun 2020, 11:03 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Azerbaijan Berpotensi tak Berangkatkan Jamaah Haji 2020
Azerbaijan Berpotensi tak Berangkatkan Jamaah Haji 2020

REPUBLIKA.CO.ID, BAKU -- Kantor Muslim Caucasus (CMO) Azerbaijan mengumumkan ada kemungkinan tidak akan memberangkatkan jamaah haji 2020. Hingga saat ini, Kerajaan Arab Saudi disebut belum memberikan informasi tentang pelaksanaan haji.

 

Terkait

Berdasarkan laporan yang dikutip di Trend, pihak CMO menyebut jika masih tidak ada tanggapan hingga waktu yang ditentukan, mereka memutuskan tidak akan menyelenggarakan haji untuk tahun ini.

Baca Juga

"Ibadah haji membutuhkan prosedur tertentu. Termasuk mengurus dokumen, mengatur penerbangan, dan ini membutuhkan waktu untuk persiapan," tulis laporan tersebut dikutip di Trend, Kamis (4/6).

Selanjutnya, disebut jika keputusan pemberitahuan dari Arab Saudi diterima dalam bulan ini dan proses pengajuan dokumen bisa dilanjutkan, ibadah haji masih dapat dilakukan. Namun jika sampai awal bulan Juli masih belum ada informasi, segala persiapan akan sangat terlambat.

Idul Adha sebagai patokan musim haji terjadi hanya sekali dalam satu tahun. Di hari itulah puncak haji seharusnya dilakukan.

Setelah menyebarnya pandemi Covid-19, Azerbaijan telah menerapkan langkah-langkah pembatasan tertentu. Di antaranya berkaitan dengan jarak sosial maupun langkah-langkah pencegahan lainnya untuk mengurangi penyebaran virus.

“Sebelum keputusan karantina wilayah diumumkan di Azerbaijan, lebih dari 250 orang mendaftar untuk haji.  Namun setelah keputusan karantina dikeluarkan pada 24 Maret, tidak ada lagi pendaftar yang diterima untuk haji," tambah laporan itu.

Secara umum, penerimaan dokumen untuk ibadah haji dimulai pada 27 Januari. Adapun biaya perjalanan haji tahun ini di Azerbaijan, sebuah negara di Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya, sebesar 4.490 dolar Amerika Serikat atau sebesar 63,6juta rupiah.

Adapun biaya haji sebelumnya pada 2019 sebeaar 4.285 dolar Amerika atau 60,7juta rupiah. Kenaikan harga tahun ini disebabkan biaya layanan hotel yang lebih tinggi dan pengenalan biaya visa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini