Rabu 10 Jun 2020 15:35 WIB

Menengok Tarikhaneh, Masjid Tertua di Iran

Masjid Tarikhaneh memiliki arsitektur gabungan sederhana.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah
Masjid Tarikhaneh, masjid tertua di Iran.
Foto: IRNA
Masjid Tarikhaneh, masjid tertua di Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sudah banyak disinggung Masjid Tarikhaneh merupakan masjid tertua di Iran. ArchNet yang berfokus pada arsitektur Islam juga menganggap Tarikhaneh merupakan masjid tertua di negara tersebut. 

Mengutip Tehran Times, Rabu (10/6) masjid yang juga disebut sebagai Tarik Khana itu memiliki arsitektur gabungan sederhana. Utamanya, dengan menggabungkan teknik konstruksi Sassania dan gaya khas Arab.

Baca Juga

Masjid berlokasi di Damghan, Iran tengah. Masjid ini pernah menjadi kuil di era Sassanid (224–651).

Menilik ke dalam bangunan, ada lorong beratap yang melapisi halaman tengah. Sedangkan satu bagian teluk di semua sisi kiblatnya, bercabang menjadi tiga ruang atau lorong lain. 

 

Dari tiga lokasi tersebut, lorong bagian tengah arah kiblat memiliki luas dan tinggi yang lebih dari yang lainnya. Gaya itu nyatanya menjadi bentuk yang menunjukkan secara langsung monumental dari arsitektur Persia yang ada di berbagai tempat. 

photo
Masjid Tarikhaneh, masjid tertua di Iran. - (IRNA)

Lorong beratap itu juga sangat kentara dengan preseden Sassania. Terlebih, karena terbentuk dari lengkungan bata yang ditonjolkan. Bahkan, terkadang bata tersebut juga sedikit terlihat menunjuk, selain dari adanya batu bata bundar yang besar. 

Dari kejauhan masjid, terlihat sisa-sisa menara persegi dari waktu pembangunan yang masih belum pasti. Namun demikian, dimungkinkan bahwa menara itu bisa jadi dari periode konstruksi awal, sama dengan menara silinder dari periode Seljuk (1060-1307).

Bergerak lebih lanjut, ada bagian yang lebih mencolok karena dibagi menjadi enam zona ornamen. Masing-masing ornamen tersebut, ditampilkan dengan batu bata dan pola geometris yang berbeda. 

Di ruang utama sholat masjid, semua tampak sama dengan shaf yang berbaris rapih. Tempat ibadah untuk perempuan terpisah.

Sebagai tempat suci ibadah umat Islam, bangunan masjid yang memiliki arsitektur kuno tersebut memiliki hiasan minim. Hanya hiasan ayat-ayat Alquran dan nama Nabi Muhammad SAW beserta sahabat yang menghiasinya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement