Jumat 19 Jun 2020 14:27 WIB

Arab Saudi Kembali Normal Ahad

Arab Saudi akan mulai menerapkan rencana fase ketiga menuju kehidupan normal.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah
Arab Saudi Kembali Normal Ahad
Foto: Saudi Press Agency via AP
Arab Saudi Kembali Normal Ahad

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi dikabarkan akan mulai menerapkan rencana fase ketiga menuju kehidupan normal pada Ahad (21/6) lusa. Namun, berdasarkan informasi, pemberlakuan normal di wilayah Kerajaan tidak akan dilakukan di Makkah mengingat kondisinya saat ini.

Juru bicara Kemenkes Arab Saudi Mohammed Al-Abd Al-Aly menegaskan rencana itu akan dilakukan dengan hati-hati, mengingat bahaya Covid-19 yang belum usai. "Virus ini masih ada, masih aktif, dan pandemi masih berlanjut," ujar dia, seperti dilansir Arab News, Jumat (19/6).

Baca Juga

Dia menambahkan, hingga kini belum ada obat untuk Covid-19. Sehingga, untuk mempersiapkan keadaan normal pada Ahad mendatang ia berharap agar masyarakat bisa melakukan tindakan pencegahan komponen penanganan Covid-19.

"Belum ada obat, tapi kami tetap berharap. Kami kembali ke keadaan normal, tapi hati-hati. Kita sekarang tahu semua tindakan pencegahan dan cara menangani pandemi melalui penelitian dan studi selama periode terakhir," ujar dia.

 

Sebanyak 50 persen kasus yang terkonfirmasi di wilayahnya sejauh ini disebabkan oleh kontak sosial. Karenanya, ia menjelaskan, Kementerian akan mempertimbangkan strategi dari berbagai komponen, dan bukan hanya dari jumlah kasus atau kematian saja.

“Kami melihat ke daerah-daerah di mana penyebarannya cepat dan aktif. Begitulah cara kami memutuskan area yang membutuhkan regulasi lebih lanjut," ujarnya.

Al-Aly mendesak orang mengunjungi Klinik terdekat jika mereka mengalami gejala apa pun. Dia mengungkapkan, layanan "Taakad" (pastikan) kementerian telah menguji lebih dari 70 ribu orang.

Dalam 24 jam terakhir, Kerajaan Arab Saudi mencatat ada 48 kematian Covid-19 baru, jumlah itu meningkatkan total menjadi 1.139 orang. Secara umum, di waktu yang sama juga ada 4.757 kasus baru yang dilaporkan, sehingga kasus menjadi 145.991 orang yang kini telah tertular wabah corona. Dalam jumlah itu ada 50.937 kasus aktif, 1.877 di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut Departemen Kesehatan, 1.442 dari kasus-kasus yang baru dicatat berada di Riyadh, sementara Makkah mencatat 399 dan Jeddah mencatat 300. Kementerian menambahkan, dalam 24 jam juga ada 2.253 banyak pasien baru yang telah pulih dari coronavirus, sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 93.915. Hingga kini, Arab Saudi telah melakukan 1.198.273 tes untuk Covid-19 di seluruh wilayahnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement