Biaya Ibadah Haji Pemkot Dikembalikan ke Kas Daerah

Jumat , 26 Jun 2020, 02:09 WIB Reporter :Binti Sholikhah/ Redaktur : Muhammad Hafil
Biaya Ibadah Haji Pemkot Dikembalikan ke Kas Daerah. Foto ilustrasi: Seragam petugas haji Indonesia 2019
Biaya Ibadah Haji Pemkot Dikembalikan ke Kas Daerah. Foto ilustrasi: Seragam petugas haji Indonesia 2019

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengembalikan seluruh biaya kegiatan ibadah haji senilai Rp 375 juta ke kas daerah dengan adanya pembatalan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H/2020M akibat pandemi Covid-19. Awalnya, anggaran tersebut rencananya digunakan untuk tiga orang tim pemandu haji daerah (TPHD) umum, seorang TPHD ibadah haji dan seorang tim kesehatan haji daerah (TKHD), kegiatan pamitan haji serta penyambutan kepulangan jamaah haji.

 

Terkait

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Solo, Kinkin Sultanul Hakim, mengatakan, anggaran Rp 375 juta itu akan masuk ke sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa). Nantinya, pemanfaatan anggaran tersebut akan dibahas pada APBD Perubahan. Anggaran tersebut diproyeksikan untuk kegiatan penanganan Covid-19.

Baca Juga

"Anggaran haji nanti dapat dimasukkan sebagai silpa yang nanti akan dibreakdown lagi untuk kegiatan-kegiatan yang lain di tahun 2020 ini. Kegiatan lain yang lebih bermanfaat khususnya untuk sektor pemberdayaan ekonomi dan kesehatan," terangnya kepada wartawan, Kamis (25/6).

Meski demikian, Pemkot akan tetap menganggarkan kegiatan haji untuk tahun 2021 dengan peserta yang saat ini sudah lulus seleksi. Tahun ini, kuota jamaah haji dari Kota Solo sebanyak 510 calon jamaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci.

"Yang sudah terseleksi sekarang yang lulus itu akan diberangkatkan di tahun 2021 ketika nanti pelaksanaan ibadah haji sudah mulai dibuka kembali," tegasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Solo, Danang Sulindriyanto menyatakan, sebanyak 510 calon jamaah haji yang tertunda keberangkatannya tahun ini akan menjadi prioritas tahun depan. Bagi calon jamaah yang tidak mengambil uang pelunasan akan langsung masuk prioritas.

"Kemenag sosialisasi seperti itu. Yang tidak diambil uangnya itu kan nanti otomatis sudah tinggal berangkat," ungkapnya.

Menurut Danang, pembatalan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini telah disosialisasikan kepada masyarakat khususnya calon jamaah haji. Di antaranya melalui kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), ketua regu, ketua rombongan serta Kemenag juga menyampaikan.

"Mereka sudah paham, sudah menerima dengan baik, karena situasi ini kan disana juga dibatasi," imbuh Danang.

Dengan ditundanya keberangkatan haji tahun ini, maka jamaah risiko tinggi (risti) akan semakin rentan karena usia semakin bertambah. Oleh sebab itu, Pemkot mengingatkan agar calon jamaah haji selalu menjaga kesehatan supaya tahun depan memenuhi istithaah kesehatan haji.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini