Arab Saudi Siapkan Khutbah Hari Arafah dalam 10 Bahasa

Kamis , 23 Jul 2020, 13:46 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Arab Saudi Siapkan Khutbah Hari Arafah dalam 10 Bahasa. Foto: Ilustrasi Jabal Rahmah di Arafah (Foto & Editing: Yogi Ardhi/Republika
Arab Saudi Siapkan Khutbah Hari Arafah dalam 10 Bahasa. Foto: Ilustrasi Jabal Rahmah di Arafah (Foto & Editing: Yogi Ardhi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Khitbah Hari Arafah akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa. Terjemahan disiapkan sebagai bagian dari upaya menyampaikan pesan Islam kepada audiens seluas mungkin.

 

Terkait

Dilansir di Saudi Gazette, Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, menjelaskan terkait persiapan yang dilakukan oleh pihaknya untuk musim haji tahun ini.

Baca Juga

Imam dan Khatib Masjidil Haram ini juga mengatakan jika telah mengarahkan timnya untuk meningkatkan jumlah bahasa yang digunakan dalam menerjemahkan khotbah. Yang biasanya hanya tersedia dalam lima bahasa, kini menjadi 10 bahasa.

Khutbah Hari Arafah tahun ini akan disediakan dalam 10 bahasa. Di antaranya adalah Inggris, Melayu, Urdu, Persia, Prancis, Cina, Turki, Rusia, Hausa dan Bengali. Terjemahan ini akan tersedia pada aplikasi khotbah Arafat dan juga pada platform Manarat Al-Haramain.

Al-Sudais menunjukkan proyek tersebut adalah yang terbesar dari jenisnya di dunia. Kerajaan juga disebut siap untuk memberikannya selama tiga berturut-turut.

Persiapan lain yang dilakukan Saudi untuk menyambut tamu Allah SWT dalam pelaksanaan haji 2020 adalah membersihkan Masjidil Haram. Saudi bahkan melipatgandakan petugas pembersihan dan mensterilisasi situs-situs suci Arab Saudi.

Setidaknya, 12.000 petugas bekerja untuk membersihkan lingkungan Makkah dan tempat-tempat suci lainnya. Pembersihan dan sterilisasi ini merupakan arahan dari Departemen Kesehatan Masyarakat Umum di Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan. Pemerintah berharap pembersihan dan sterilisasi dilakukan secara intensif.

Upaya pembersihan yang dilakukan menggunakan peralatan yang sangat canggih untuk menghilangkan kotor, mencuci serta menyemprotkan cairan disinfektan.

Direktur Humas dan Departemen Informasi Wali Kota Makkah, Raad Al-Sharif, mengatakan ada tim khusus yang disiapkan untuk menangani situasi darurat. Termasuk di dalamnya jika terjadi bencana alam seperti hujan dan banjir.

Selain itu, disediakan pula tim lapangan khusus untuk operasi dan pemeliharaan jaringan drainase air hujan raksasa dan mencegah bahaya banjir bandang. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini