Jelang Haji, Belum Ada Tanda Izin Penerbangan di Arab Saudi

Kamis , 23 Jul 2020, 14:24 WIB Reporter :Rizky Suryarandika./ Redaktur : Muhammad Hafil
Jelang Haji, Belum Ada Tanda Izin Penerbangan di Arab Saudi. Foto: Bandara Jeddah, Arab Saudi,
Jelang Haji, Belum Ada Tanda Izin Penerbangan di Arab Saudi. Foto: Bandara Jeddah, Arab Saudi,

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Otoritas Penerbangan Kerajaan Arab Saudi (GACA) mengumumkan belum ada tanggal pasti kapan penerbangan internasional dapat kembali dilaksanakan. Keputusan itu membuat semua warga lokal Saudi maupun ekspatriat tak bisa berpergian ke luar negeri.

 

Terkait

Penerbangan internasional dilarang diteruskan sejak pandemi covid-19 pada Maret lalu melanda dunia. Hanya penerbangan internasional tertentu yang sempat beberapa kali dilakukan. Itu pun tujuannya mengembalikan ekspatriat ke negara asalnya. Dan cuma negara-negara tertentu saja yang sukses memulangkan sebagian warganya usai melobi Saudi.

Baca Juga

"GACA mengonfirmasi belum ada kepastian kapan penerbangan internasional kembali dimulai dan keputusan itu diambil berdasarkan evaluasi oleh otoritas yang berkompeten," tulis keterangan resmi GACA dilansir dari Saudi Gazette pada Kamis (23/7).

GACA mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi lewat sumber terpercaya jika ingin melakukan penerbangan internasional. GACA berharap masyarakat tak asal mengonsumsi informasi yang mengandung hoaks.

"GACA meminta semuanya hanya memperoleh perkembangan informasi dari sumber resmi," lanjut GACA.

Di sisi lain, penerbangan domestik mengalami nasib lebih beruntung. GACA sudah memutuskan penerbangan domestik dapat mulai melayani pelanggan sejak Juni lalu ketika pembatasan terkait covid-19 dikendurkan.

Sebelumnya, pemerintah Saudi mencatatkan 2.331 kasus baru covid-19 pada Rabu (22/7) atau sepekan jelang pelaksanaan ibadah haji. Di hari yang sama, 3.139 pasien covid-19 berhasil meraih kesembuhan.

Total sementara kasus covid-19 di Saudi diderita oleh 258.156 orang. Adapun jumlah tewas akibat covid-19 menjadi 2.601 orang setelah penambahan 44 orang yang meninggal kemarin. Sedangkan total pasien covid-19 yang berhasil sembuh sebanyak 210.398 orang. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini