Kemenag Minta Fungsi Gedung PLHUT Dioptimalisasi

Senin , 21 Sep 2020, 20:33 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Kemenag Minta Fungsi Gedung PLHUT Dioptimalisasi. Foto: Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Nizar Ali
Kemenag Minta Fungsi Gedung PLHUT Dioptimalisasi. Foto: Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Nizar Ali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar Ali, meminta penggunaan dan fungsi gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) dioptimalisasi. Hal ini ia sampaikan kepada Kantor Kemenag Kabupaten Rembang yang pembangunan PLHUTnya selesai Kamis (17/9) lalu.

 

Terkait

Nizar mengapresiasi pembangunan gedung PLHUT yang bisa diselesaikan tepat waktu. Adapun dana yang tersisa, diminta untuk optimalisasi penyempurnaan gedung, termasuk pengadaan sarana dan prasarana.

Baca Juga

“Anggaran yang tersisa dihabiskan saja untuk penyempurnaan gedung, termasuk sarana dan prasaranan yang bagus,” kata Nizar dalam pernyataan yang didapat Republika, Senin (21/9).

Nizar mengatakan manfaat gedung PLHUT sangat besar. Ini mengingat semua proses pendaftaran haji bisa dilakukan dalam satu gedung, dan selesai dalam satu hari.

Proses yang dilakukan, mencakup foto, periksaan kesehatan, pembayaran setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), serta terakhir proses pendaftaran haji melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) .

“Kalau bisa, semua proses pendaftaran bisa dilayani di satu gedung ini. One day service. Semua bisa dilakukan di gedung ini dalam satu hari,” ujarnya.

Selanjutnya, Nizar juga meminta Kakankemenag untuk mengoptimalkan fungsi gedung yang terdiri atas dua lantai. Lantai satu digunakan untuk pelayanan pendaftaran haji maupun pelayanan lain terkait haji reguler.

Aula yang terletak di lantai dua, disebut bisa digunakan untuk manasik haji. Selain itu, aula juga bisa disewakan kepada pihak luar, seperti Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) atau biro travel, sehingga bisa menambah pendapatan negara bukan pajak.

Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Mustain Ahmad, mengatakan pembangunan gedung PLHUT tahun 2020 ini diadakan di empat Kankemenag Kabupaten. Empat lokasi tersebut yaitu Kabupaten Rembang, Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Kankemenag Sragen dan Kankemenag Kabupaten Cilacap.

Luas gedung PLHUT Kabupaten Rembang adalah 400 meter persegi. Lantai atas merupakan ruang serbaguna dengan kapasitas 70 orang.

Gedung ini juga dilengkapi dengan fasilitas ruang perbankan syariah sebanyak dua loket, ruang front office, ruang dokumen, ruang sidik jari, ruang rapat, ruang pimpinan, ruang laktasi, serta kamar mandi lima unit termasuk kamar mandi untuk penyandang disabilitas.

“Proses pengerjaan gedung ini terhitung 150 hari kalender, dimulai 21 April 2004 sampai 17 September 2020 dengan total biaya Rp 1,925 miliar,” ujar Kakankemenag Kabupaten Rembang, Atho'illah.

Dengan keberadaan gedung PLHUT, ia menyebut jamaah baik haji dan umrah bisa dilayani dengan lebih enak dan nyaman. Lantai atas bisa disediakan untuk biro travel, sehingga menciptakan pendapatan PNBP dengan manfaat besar dan jamaah bisa didata lebih cepat.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini