Masjidil Haram akan Disterilkan 10 Kali dalam Sehari

Selasa , 29 Sep 2020, 18:33 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Suasana Masjidil Haram di tengah pandemi Covid-19.
Suasana Masjidil Haram di tengah pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pemesanan atau reservasi jamaah umrah untuk 10 hari pertama tahap I telah selesai. Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Saleh Benten mengatakan ada 16 ribu jamaah telah melakukan pendaftaran di jam-jam pertama peluncuran aplikasi Eatmarna.

 

Terkait

Menurut data yang dihimpun Argaam, Selasa (29/9), Arab Saudi mengumumkan empat tahap untuk melanjutkan umrah. Ibadah umrah kembali dijalankan di tengah kepatuhan terhadap prosedur kesehatan pencegahan yang disyaratkan.

Di fase pertama, warga dan penduduk yang tinggal di dalam Kerajaan diizinkan melakukan umrah di Masjidil Haram. Pelaksanaan tahap pertama di mulai Ahad, 4 Oktober, dengan kapasitas 30 persen atau 6.000 jamaah per hari.

Masuknya jamaah umrah, jamaah shalat, maupun pengunjung Masjidil Haram akan diatur melalui aplikasi Eatmarna.

Sementara itu, menurut pernyataan emirat, Masjidil Haram di Makkah akan disterilkan 10 kali dalam sehari. Sterilisasi terhadap jamaah juga dilakukan sebelum masuk dan setelah keluar masjid. Air zamzam akan dibagikan kepada jamaah dalam kemasan botol.

Kementerian Haji dan Umrah juga mengatakan setiap jamaah dilarang mendekati Ka'bah dan Hajar Al-Aswad. Kegiatan tawaf atau mengelilingi Ka'bah harus dilakukan di luar batas sementara yang dipasang di sekitar Ka'bah.

Tim medis khusus akan disediakan Kerajaan untuk melayani para peziarah. Tak hanya itu, Saudi juga menyiapkan area khusus untuk isolasi medis jika ada dugaan kasus Covid-19 di antara para jamaah.

Sementara itu, Kepala Kepresidenan Urusan Dua Masjid Suci, Syekh Abdul Rahman Al-Sudais, menyebut telah mengarahkan pembentukan tim eksekutif lapangan untuk melayani para peziarah. Tim tersebut terdiri dari pejabat dari semua instansi di bawah kepresidenan yang mewakili sektor teknik, ilmiah, dan jasa.

Dia menggarisbawahi perlunya menerapkan rencana dan program guna menawarkan layanan terbaik bagi para peziarah. Pelayanan diberikan sembari memastikan keselamatan dan kesehatan jamaah terjaga.

Tak hanya itu, ia juga menekankan akan mengambil semua tindakan pencegahan dan protokol pencegahan yang diperlukan untuk membendung penyebaran virus Covid-19.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini