Selasa 06 Oct 2020 01:04 WIB

Kerja Keras dan Perencanaan di Balik Keberhasilan Umroh

Jarak sosial antara jamaah sedang diamati.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umroh dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10).
Foto: REUTERS/Yasser Bakhsh
Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umroh dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Setelah melewati koordinasi dan perencanaan yang cermat, tahap pertama dimulainya kembali Umrah membawa kegembiraan bagi umat Islam di berbagai tempat. Meski demikian, kerja keras masih ada di depan mata untuk memastikan keamanan jamaah di Masjidil Haram.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi, Dr. Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, mengatakan keputusan pemulihan umroh telah membuat umat Islam di Arab Saudi dan luar negeri sangat bahagia.

“Rencana (telah) dikembangkan dalam koordinasi dengan semua otoritas terkait. Semua otoritas yang berkaitan dengan haji dan umroh bekerja sama dan berkoordinasi sesuai satu rencana,” katanya dilansir di Arab News, Senin (5/10).

Dia menambahkan, semua tahapan nantinya akan dinilai dan ditinjau untuk memastikan implementasi yang berhasil. Pertemuan dengan Kementerian Kesehatan akan dilakukan setelah tahap kedua. Pertemuan bertujuan untuk menentukan daftar negara yang akan diizinkan melaksanakan umroh, serta jumlah jamaah umroh melalui aplikasi Eatmarna.

Aplikasi ini tidak hanya menyediakan izin Umroh, tetapi juga memungkinkan jamaah memesan transportasi dari tempat parkir ke Masjidil Haram. Aplikasi ini akan segera mencakup layanan lain, seperti pemesanan hotel.

Melayani peziarah selalu menjadi prioritas di Arab Saudi, sejak didirikan oleh pendiri Raja Abdul Aziz. "Kementerian Haji dan Umroh sedang memantau dan meningkatkan layanan untuk memberikan peziarah perjalanan spiritual yang indah dan berkesan," kata Wakil Menteri.

Direktur Jenderal Urusan Kesehatan Makkah, Dr Wael Hamzah Mutair, mengatakan area pusat telah sepenuhnya dipersiapkan untuk menerima jamaah. Hal ini sejalan dengan rencana yang dikembangkan oleh komite koordinasi.

Mutair juga mengatakan, jarak sosial antara jamaah sedang diamati. Sementara itu, langkah-langkah kesehatan diambil oleh semua rumah sakit di dekat area pusat di sekitar Masjidil Haram, agar siap menghadapi keadaan darurat apa pun.

“Pusat darurat di daerah pusat sangat efisien dan dilengkapi dengan peralatan medis modern serta layanan perawatan untuk menangani pandemi,” katanya. Tak hanya itu, tim lapangan juga dikerahkan di dalam Masjidil Haram, untuk memastikan peziarah dan otoritas terkait berkomitmen melaksanakan langkah-langkah kesehatan.

Asisten Direktur Jenderal Transportasi di Sindikat Umum Mobil Masjidil Haram, Osama Samkari, mengatakan pihaknya telah menyediakan 50 bus untuk mengangkut rombongan jamaah haji. Setiap kelompok terdiri dari 200 jamaah, yang diberi waktu tiga jam untuk melakukan ritual umroh yang dimulai dan diakhiri di area triase.

“Jamaah diberikan akses parkir gratis sebelum diangkut dengan bus yang disterilkan ke dan dari Masjidil Haram, sejalan dengan tindakan pencegahan,” katanya.

Jamaah yang berkumpul di setiap area perlu memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik awal keberangkatan dari rumah mereka. Mereka juga disarankan untuk bersiap di titik pemeriksaan jauh lebih awal dari jadwal. 

 

Sumber: https://www.arabnews.com/node/1744201/saudi-arabia

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement