Kamis 08 Oct 2020 01:05 WIB

Platform Terintegrasi Halal Malaysia akan Beroperasi 2021

HIP adalah platform yang hubungkan pemain industri halal Malaysia dengan global

Rep: Mabruroh/ Red: Esthi Maharani
Ilustrasi Makanan Halal
Foto: dok. Republika
Ilustrasi Makanan Halal

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Halal Development Corporation (HDC) Malaysia berharap platform perdagangan online baru yang berfokus pada UKM dapat mulai beroperasi pada akhir kuartal pertama 2021. Melalui akun Twitternya, HDC memberitahukan bahwa platform Halal Integrated Platform (HIP) tersebut telah siap 70 persen dan memasuki fase ketiga dari lima fase pengembangan.

"Pengerusi Halal Development Corporation (HDC), Datuk Mahmud Abbas berkata, proses pembangunan projek mega itu berada pada tahap 70 peratus dan memasuki fasa ketiga dari keseluruhan lima fasa"

Abbas mengatakan HIP adalah platform jaringan online yang menghubungkan pemain industri halal Malaysia dengan pemain halal global. HIP akan mempertemukan 200 ribu UKM lokal yang terlibat dalam produksi produk dan layanan halal.

"Sekitar 7.000 dari 200 ribu UKM yang memiliki sertifikat halal, dan hanya sekitar 1.500 perusahaan yang mengekspor produknya," kata Abbas dilansir dari Salaamgateway, pada Rabu (7/10).

HDC bertujuan untuk mengirim hingga empat ribu aplikasi ke otoritas halal nasional JAKIM setiap tahun untuk meningkatkan jumlah perusahaan bersertifikat halal yang dapat mengekspor ke pasar internasional. HIP juga dimaksudkan untuk membawa perusahaan ekosistem halal seperti lembaga pemerintah dan penyedia layanan seperti bank, perusahaan asuransi dan badan zakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement