Wapres Minta Pengusaha NU Dalami Tren Industri Halal

Jumat , 09 Oct 2020, 11:37 WIB Reporter :Fauziah Mursid/ Redaktur : Esthi Maharani
Wakil Presiden RI, Maruf Amin
Wakil Presiden RI, Maruf Amin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta para pelaku usaha nahdliyin mulai mendalami peluang industri halal yang saat ini menjadi tren global. Peluang ini kata Ma'ruf, bisa ditangkap pelaku usaha nahdliyin di berbagai sektor mulai dari keuangan, jasa, makanan, kosmetik, medis maupun lainnya.

 

Terkait

"HPN perlu juga mulai menangkap tren dunia terkait Global Halal industry, apakah dalam bentuk Halal Finance melalui Syariah Finance & Business, Halal Tourism, Food, cosmetics, pharmaceutical, atau produk gunaan lainnya hingga Media," ujar Ma'ruf di peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-9 Himpunan Pengusaha Nahdliyin atau HPN, Jumat (9/10).

Ma'ruf menjelaskan alasan perlunya pengusaha nahdliyin melirik peluang industri halal dunia, untuk mengejar ketertinggalan Indonesia. Sebab, sebagai negara dengan jumah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia masih harus mengejar beberapa negara seperti Malaysia yang telah lebih dahulu secara serius menggarap industri halal.

Karena itu, ia mendukung himpunan pengusaha nahdliyin yang sudah mulai menggarap startup business, Indonesia Halal Startup Business Angle investor Network (IHSAN) bersama-sama dengan pengusaha muslim di Amerika Serikat.

"Ini akan menggalang potensi investasi pengusaha muslim dari seluruh dunia. Ini adalah langkah nyata yang membanggakan dan butuh istiqamah untuk diperjuangkan," ungkapnya.

Ia kembali mengingatkan, lahirnya Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dimaksudkan sebagai muharrik atau penggerak para pengusaha Nahdliyin. Teladan yang sama pernah ditunjukkan oleh Hasyim Asy’ary dan KH Wahab Hasbullah yang pada tahun 1918 dengan menggalang para saudagar dan pedagang hasil pertanian di sepanjang jalur perdagangan Kediri, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya.

Ma'ruf mengatakan, sejarah mencatat, Nahdlatut Tujjar adalah salah satu anak tangga bagi kebangkitan ulama melalui Nahdlatul Ulama.

"Spirit Nahdlatut Tujjar harus dihadirkan pula dengan sungguh-sungguh, khususnya bagi HPN untuk menghadapi masa sulit akibat pandemi Covid-19 maupun tantangan kompetisi global," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini