Sabtu 10 Oct 2020 11:42 WIB

Saudi Siapkan 100.000 Masker untuk Umrah

Saudi kembali izinkan umrah dengan tindakan pencegahan yang ketat.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Indira Rezkisari
 Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi menunjukkan umat Islam mengenakan masker wajah dan menjaga jarak aman saat mereka melakukan umrah di sekitar Kabah.
Foto: EPA-EFE/SAUDI MINISTRY OF HAJJ
Sebuah foto selebaran yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi menunjukkan umat Islam mengenakan masker wajah dan menjaga jarak aman saat mereka melakukan umrah di sekitar Kabah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Arab Saudi setidaknya merekrut 4.000 pekerja selama umrah tahap pertama. Tak hanya itu, Saudi jug menyediakan 100.000 masker dan 9.000 sajadah yang telah disterilisasi.

Menurut pihak berwenang, fasilitas dan layanan ini disiapkan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan jamaah di tengah menyebarnya virus Covid-19 di negara tersebut dan dunia. Dilansir di Al Arabiya, Sabtu (10/10), Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengatakan, telah mempekerjakan 4.000 Muslim Saudi. Mereka dilengkapi dengan teknologi terbaru dan bahan ramah lingkungan untuk memastikan umrah yang aman dan sehat.

Baca Juga

Arab Saudi mengizinkan dimulainya kembali ziarah umrah di tengah tindakan pencegahan virus Covid-19 yang ketat, Ahad (4/10) lalu. Pada tahap awal, hanya warga negara dan warga asing yang berada di dalam Kerajaan yang diizinkan melakukan umrah.

Di tahap ini, Saudi memberi batas kapasitas 30 persen dari ukuran normal, guna memastikan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan virus corona. Dengan adanya pembatasan, berarti hanya 6.000 jamaah haji per hari yang diizinkan ibadah di Masjidil Haram.

 

Kepala Presidensi Umum Masjidil Haram dan Urusan Masjid Nabawi, Dr. Abdul-Rahman bin Abdulaziz al-Sudais, juga mengatakan 9.000 sajadah yang telah dibersihkan didistribusikan di halaman Masjid Suci.

Jarak dua meter telah ditempatkan di antara setiap sajadah. Jarak tiga meter juga diatur antara setiap baris selama sholat. Pemberian jarak ini sebagai bagian dari peraturan dan ketentuan, mematuhi pedoman keselamatan.

Presidensi Umum Masjidil Haram dan Urusan Masjid Nabawi telah menyediakan beberapa tanda di Masjidil Haram. Gunanya, untuk meningkatkan kesadaran, memberikan petunjuk dan menekankan pentingnya pembatasan jarak fisik. Selain membagikan masker dan cairan sanitasi tangan, mereka juga memberi hadiah kepada para pelaku umroh.

Direktur Jenderal Bina Sosial Kepresidenan, Janadi Madkhali, mengatakan 100.000 masker, 2.000 penyanitasi tangan, serta bingkisan yang berisi tisu desinfektan, masker dan sajadah juga disediakan.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement