Bolehkah Ngutang untuk Umroh dan Haji?

Kamis , 15 Oct 2020, 08:09 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Bolehkan Ngutang untuk Umroh dan Haji? (ilustrasi).
Bolehkan Ngutang untuk Umroh dan Haji? (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sarat berangkat haji maupun umroh adalah istitha'ah atau adanya kemampuan untuk menunaikannya. Kemampuan tidak sebatas fisik, mampu secara finansial tanpa ngutang juga penting.

 

Terkait

Banyaknya program dari lembaga jasa keuangan membuat masyarakat ketika berhaji atau umroh mengambil utang. Apakah dapat dikategorikan sebagai orang yang mampu jika seorang yang berhutang untuk berangkat haji atau umroh?

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) KH Mahbub Maafi dalam bukunya "Tanya Jawab Fiqih Sehari-hari" menjawab dalam konteks pertanyaan ini. Menurutnya ada penjelasan menarik dari penulis kitab Mawahib Al Jalil Syarah Al Mukhtashar Al Khalil yang menurutnya dianggap cukup memadai untuk dijadikan acuan dalam menjawab pertanyaan di atas.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa jika ada seseorang tidak bisa sampai ke Makkah kecuali dengan cara berhutang, sedangkan ia sebenarnya tidak mampu membayarnya, maka dalam konteks ini ia tidak wajib haji. Ini adalah pandangan yang telah disepakati para ulama.

Berbeda ketika orang tersebut mampu membayar utangnya, maka ia dikategorikan sebagai orang yang mampu. Karenanya ia wajib melaksanakan haji meskipun dengan cara berhutang. Sebab, kemampuan dia untuk membayar hutang menyebabkan ia dianggap sebagai orang yang sudah istitha'ah memiliki kemampuan.

Menurutnya berpijak dari penjelasan di atas, berhutang untuk menjalankan umroh sebenarnya tidak ada persoalan sepanjang orang tersebut diyakini akan mampu membayarnya. Dan ia termasuk kategori sebagai orang yang istitha'ah, sedangkan istitha'ah itu sendiri adalah salah satu syarat dalam umroh sebagai jelaskan di awal.

"Lain halnya jika seorang berhutang untuk menunaikan ibadah umroh padahal Ia tidak memiliki kemampuan untuk melunasinya. Maka dalam hal ini jelas ia memaksakan diri padahal Ia bukan masuk kategori orang yang istitha'ah," katanya.

Demikian menjadi pertimbangan bagi orang yang punya niat menunaikan ibadah Umroh. Kiai Mahbub menyarankan sebaiknya jangan dengan berhutang meskipun dia mampu membayar utangnya untuk umroh.

"Lebih baik kumpulkan biaya dulu dengan cara menabung. Sebab beresiko berutang ini sangat besar," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini